MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Wakil Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) SulSel, Prof. Dr. Basir Syam, M.Ag mendorong kalangan akademisi dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2020 mendatang.
Ia megutarakan salah satu pemikiran dari tokoh Islam, Alfarabi mengatakan, dalam konsep Negara Utama (al-Madinah al-Fadhilah) hanya bisa mencapai keutamaan jika dipimpin oleh seorang Nabiz.
“Lalu dia mengatakan karena Nabi hanya satu Nabi Muhammad SAW dan telah wafat maka diganti dengan filsuf atau seorang Pemikir atau dengan istilah lain adalah seorang akademisi,” ujarnya saat ditemui di salah satu Rumah Makan di Jalan Alauddin, Makassar, Minggu (29/12/2019).
Guru Besar Ilmu Politik Unhas ini mengatakan, suatu daerah atau kota akan maju jika dipimpin oleh seorang akademisi. Ia mengaku sebagai orang yang pertama mendukung jikalau ada akademisi yang maju sebagai Calon Wali Kota Makassar.
“Mari kita sebagai bangsa sebagai masyarakat kota Makassar mengedepankan akademisi sebagai pemimpin. Kalau ada saya orang pertama yang memilih dia. Dalam ajaran Islam memilih pemimpin hendaknya diliat dari ketaqwaan dan kepintarannya terutama bagaimana dia meneladani sifat-sifat Nabi,” ujarnya.
Prof. Basir juga mengungkapkan salah satu contoh yakni Prof. Nurdin Abdullah yang sukses membangun Banteng dan sekarang menjadi Gubernur SulSel. Diluar SulSel juga seperti Mantan Mendikbud Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta.
“Kalau kota Makassar ini dipimpin oleh seorang akademisi, insya Allah kota ini akan maju. Kita percaya kedepan bisa menjadi lebih baik,” pungkasnya.
Ia juga berpesan kepada masyarakat agar dapat menjadi pemilih yang cerdas. Memilih seorang pemimpin jangan hanya persoalan kedekatan tapi bagaimana melihat integritasnya sebagai Calon.
“Yang merusak kepemimpinan itu biasanya karena orientasinya hanya sarung, hanya nasi bungkus atau uang 50 ribu. Kalau bisa sebagai masyarakat bagaimana bisa menjadi pemilih yang cerdas dalam memajukan suatu daerah. Yang terpenting akademisi itu memiliki integritas dan ber-Akhlakul Karimah,” tutupnya.
Comment