Komisi E DPRD Sulsel Bahas Pencegahan Virus Corona

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Komisi E Bidang Kesra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar rapat dengar perdapat (RDP) terkait pencegahan Virus Corona.

Rapat yang dipimpi Ketua Komisi E, Ince Langke menghadirkan Direktorat Jenderal Transmigrasi, Kantor Kesehatan Pelabuhan Makassar, Pelindo dan beberapa stakeholder lainnya.

Kepala Kantor Imigrasi Makassar A Pallawarukka mengatakan, akan memperketat pengawasan setiap pintu masuk Bandara dan Pelabuhan untuk mencegah penularan virus corona.

“Kami sudah memerintahkan seluruh anggota untuk memproteksi diri menggunakan masker dan sarum tangan. Walaupu tidak ada secara langsung. tapi pasti ada warga negara cina transit,” ujarnya

Imigirasi menolak kedatangan warga Cina yang berasal dari Provinsi Wuhan di Sulawesi Selatan. Mereka baru diperbolehkan masuk setelah melalui clearance di kantor kesehatan pelabuhan.

“Kemarin ada satu orang yang transit dari Kualumpur dan sudah diperiksa kesehatanya, hasilnya negatif. Ada juga 10 WNI yang kuliah di Cina. Kemarin datanya dan sudah diperiksa tim kesehatan, semua dinyatakan negatif,” ujarnya.

Andi Pallawarukka menyampaikan, ada sekitar 202 tenaga kerja asing (TKA) dari Cina yang tersebar di beberapa kabupaten di Sulsel. Ratusan tenaga asing itu dalam pemantauan imigrasi untuk mengantisipasi penuralan virus corona.

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha Kesehatan Pelabuhan Makassar, Nirwan mengatakan, terkait waba virus corona, pihaknya telah melakukan kewaspadaan disetiap pintu masuk pelabuhan.

“Kami melakukan penambahan personil saja. Kemudian kita juga integrasi pihak terkait. Kami juga sudah koordinasi Dinkes untuk merapatkan ini,” sebutnya.

“Kemarin ada mahasiswa yang datang dari Cina, kita sudah periksa suhu badanya hasilnya negati dan diberikan karantina mandiri,” ujarnya.

Pihak KKP juga akan memberikan kartu kewaspadaan kepada penumpang yang memiliki riwayat dari Cina. Disetiap pintu masuk dipasangi alat pendeteksi dan pemindai suhu badan.

KKP juga memastikan akan memperketat pengawasan terhadap kapal kapal yang merapat ke pelabuhan khususnya berasal Cina.

“Kami sudah membuat surat edaran seluruh kapal dari Cina yang melakukam bongkar muat, ABK diarang turun selama masa tunggu,” ujarnya.(*)


Comment