Tim PKM UNM Terapkan Teknologi Digester Biogas dari Limbah Ternak di Takalar

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Tim dosen dari Jurusan Pendidikan Teknik Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan Program Kemitraaan Masyarakat (PKM) pada kelompok peternak di Desa Massamaturu Kabupaten Takalar.

Kegiatanini dilaksanakan selama tiga hari, tanggal 6-8 Juni 2020. Tim pelaksana PKM yakni Dr M Ahsan S Mandra MT sebagai ketua, Dr Sunardi MPd dan AM Taufik Ali MPd sebagai anggota.

Ketua pelaksana kegiatan, M Ahsan S Mandra mengatakan, program kemitraan masyarakat yang dilakukan adalah menerapkan teknologi tepat guna pembuatan digester biogas skala rumah tangga di Desa Massamaturu, Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar.

Kata dia, penerapan teknologi ini sangat diperlukan. Pasalnya, mayoritas masyarakat peternak belum memanfaatkan limbah ternak yang dihasilkan sehingga berpotensi menimbulkan bau dan pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.

Selain itu, pemanfaatan biogas dari limbah kotoran sapi dapat mengurangi beban penggunaan bahan bakar gas LPG peternak.

“Biogas yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan memasak sehari-hari sehingga dapat menghemat pengeluaran peternak yang umumnya masih menggunakan gas LPG untuk memasak,” jelasnya.

Manfaat lainnya yaitu slurry atau ampas kotoran ternak yang dihasilkan dari proses pembuatan biogas dapat langsung dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman pertanian sehingga dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia petani yang ada di sekitar lokasi biogas.

Kata dia, kegiatan PKM ini merupakan hasil kerjasama DRPM Ristekdikti dan LP2M UNM. Tujuan PKM ini diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk mendukung program Desa Mandiri bidang Energi Pemerintah khususnya di Desa Massamaturu Kabupaten Takalar.

Selain itu dapat mengurangi efek pemanasan global yang dihasilkan oleh gas metan limbah ternak kotoran sapi yang selama ini hanya dibuang ke sungai sehingga berpotensi menjadi polutan gas rumah kaca, dapat mencemari sungai, dan menimbulkan bau tak sedap pada lingkungan sekitar.

Nasrullah Dg Nuru selaku peternak di Desa Massamaturu mengucapkan terima kasih atas penyuluhan dan penerapan teknologi tepat guna berupa pemanfaatan limbah ternak sapi untuk menghasilkan biogas.

“Besar harapan kami Program Kemitraan Masyarakat ini dapat terus terjalin sehingga dapat membantu peternak mengurangi pengeluaran bahan bakar gas untuk kebutuhan memasak dan sekaligus mendapatkan pupuk organik dari limbah slurry biogas untuk pertanian,” ujarnya.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk Rektor UNM dan Bapak Ketua LP2M UNM Prof.Dr. Ir. Bakhrani Rauf, MT., yang telah banyak mendukung terlaksananya kegiatan ini,” pungkasnya.(*)


Comment