Diduga Ada Korupsi, Komik Demo KPUD Gowa

GOWA, BERITA-SULSEL.COM – Ratusan pemuda yang yergahung dalam Komunitas Masyarakat Anti Korupsi ( Komik ) menggelar aksi demo di depan kantor KPUD Gowa di Jalan Andi Mallombasang, Sungguminasa.

Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dari Polres Gowa.
Aksi demonstrasi elemen mahasiswa ini awalnya berniat menutup jalan poros nasional itu.

Namun berkat kesigaparan dari aparat keamanan berhasil menenangkan aksi tersebut dan hanya menyuarakan aspirasinya ditengah jalan. Walaupun tidak sempat membuat macet namun laju kendaraan dari arah Kota Makassar menuju Takalar berjalan sedikit melambat .

Komik dalam aksinya mengaku pihaknya menemukan adanya dugaan praktek manipulasi program dan anggaran di KPUD Gowa. Dalam orasinya, l Bung Aan, Jenderal lapangan aksi tersebut menyatakan ada empat point’ dugaan pelanggaran serius di KPUD Gowa.

“Pertama adanya temuan akan pemotongan anggaran semua PPS di Gowa yang dilakukan PPK, kedua, pengadaan alat sarana kampanye, ketiga pengadaan alat thermogan ( alat pendeteksi suhu ) dan keempat pemotongan hari kegiatan pelatihan bagi pelaksana Pilkada,” urai Bung Aan.

Ia menjabarkan poin pertama pihaknya memiliki data riil akan adanya pemotongan gaji hampir semua anggota PPS di hampir semua Kecamatan dan diduga atas persetujuan komisioner KPUD.

“Poin kedua, kami juga memiliki data akan adanya perbedaan mencolok terkait pengadaan alat sarana kampanye, bahan atau sarana di item pengadaan jauh berbeda dengan apa yang ada di lapangan, hal ini terjadi pada 1430 jumlah TPS di Gowa serta poin ketiga terkait pengadaan alat thermogan ( pengecekan suhu badan ) dimana KPUD Gowa telah menyatakan alat tersebut telah diserahkan kepada tim gugus Covid-19 untuk disumbangkan.

“Kami menduga alat ini bersifat pinjaman atau disewa, bukan dibeli atau diadakan sendiri oleh KPUD Gowa,” tegasnya.

Sementara poin keempat adalah terkait kegiatan pelatihan bagi semua pelaksana Pilkada. Pada poin ini, kegiatan tersebut jelas tercantum jadwal kegiatan dilaksanakan selama 3 hari namun berdasarkan laporan peserta pelatihan diketahui kegiatan ini hanya berlangsung dua hari di salah satu hotel di Makassar.

Sedangkan Muhammad Ainum Nadjib salah satu penggerak aksi dalam orasinya memastikan akan menggalang kekuatan untuk mengusut dugaan manipulasi anggaran di KPUD Gowa.

“Hari ini kami aksi, namun aspirasi kami tidak diterima dan terkesan diabaikan maka itu hal yang wajar namun kami akan turun lagi dengan aksi yang sama bersama elemen lain dengan jumlah massa dan elemen yang lebih besar,”urai Muhammad Ainum Nadjib.

Elemen Komik mendesak anggaran negara sebesar 70 Milyar yang dikelola KPUD wajib diaudit.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memantau sekaligus mendesak pihak terkait memeriksa KPUD Gowa,” kuncinya.

Walaupun mereka meminta agar diterima oleh pihak KPUD Gowa, aspirasi mereka tidak mendapat respon, pagar kantor KPUD Gowa terlihat tertutup rapat, hanya beberapa pegawainya memandang suasana aksi dari halaman kantor KPUD Gowa.

Aksi ini berlangsung sekitar 20 menit, sebelum membubarkan diri bersama puluhan rekannya. Terkait aksi elemen Komik, portal Makassar belum menerima tanggapan dari pihak KPUD Gowa, ponsel ketua KPUD Gowa Muchtar Muis dalam keadaan tidak aktif.
( an).


Comment