Diduga Menipu, Rumah Mantan Lurah di Bone Didatangi Warga

Diduga Menipu, Rumah Mantan Lurah di Bone Didatangi Warga

Diduga Menipu, Rumah Mantan Lurah di Bone Didatangi Warga

BONE, BERITA-SULSEL.COM – Bosan dengan janji palsu mantan Lurah Jeppe’e, Andi Sahabuddin, puluhan warga yang mewakili korban dugaan penipuan yang dilakukan sang mantan Lurah, mendatangi kediaman Sahabuddin, Jumat  (12/2/21) siang.

Salah satu korban, Iyan, mengaku bahwa ibunya, melalui Ibah, kakak Iyan, pernah menyerahkan uang sebesar Rp5 juta untuk biaya pengurusan sertifikat kepada Lurah dan stafnya, Anca, yang datang langsung ke rumah Iyan. Saat itu, Sahabuddin berjanji akan selesaikan sertifikat dalam waktu 3 bulan, namun hingga kini tak kunjung selesai.

“Sekarang kami mau sertifikatnya, waktu masih menjabat lurah, kami sudah bolak balik tanyakan tapi alasannya berkas hilang, jadi kami kumpul lagi dan sampai sekarang sertifikat belum juga ada,” kata Iyan.

Selain ibunya, saudara Iyan, yakni Anti  juga pernah memberikan uang pengurusan sertifikat kepada Sahabuddin. Beruntung, uang Anti sudah dikembalikan sebesar Rp2,2 juta. Sementara beberapa korban lainnya, masih berharap itikad baik Sahabuddin untuk menyelesaikan masalah ini.

Bukannya tidak pernah menempuh jalur mediasi, Iyan mengaku pernah beberapa kali mempertanyakaan sertifikat miliknya baik kepada Sahabuddin maupun kepada Anca, namun sayang tak juga ada kejelasan.

Anca sendiri mengakui melihat Ibah menyerahkan uang kepada Sahabuddin, namun tidak bisa bantu menguruskan karena uang dipegang Sahabuddin.

“Iya, dua juta setengah saya lihat, saya juga kurang tahu karena pak lurah yang tanda tangan, bukan saya. Kalau soal kwitansi, aturannya ada yang ambil ada yang tidak, tergantung yang menyerahkan. Seandainya minta, diberikan” terang Anca.

Anca juga membantah pernah berkunjung ke rumah Iyan bersama Lurahnya, Sahabuddin. Anca yang masih berstatus tenaga honorer di Kantor Kelurahan Jeppe’e, tidak ingin terlibat lebih jauh dengan persoalan pribadi Sahabuddin.

“Mungkin pribadinya pak lurah begitu. Mau diuruskan sertifikatnya Umi, uangnya juga tidak diberikan ke saya oleh pak lurah, tidak mungkin juga saya mau pakai uang pribadi,” lanjutnya.

Warga yang diterima oleh istri Sahabuddin di rumahnya, membubarkan diri setelah memasang spanduk bertuliskan “Kembalikan Uang Kami, Jangan Kami Yang Ditipu”. Warga mengancam akan tempuh jalur hukum jika dalam waktu dekat Sahabuddin tidak mengembalikan uang mereka. (eka)


Comment