LUWU, BERITA-SULSEL.COM – Sebanyak 30 orang petani jagung yang tergabung dalam kelompok tani dari 2 kecamatan, yakni kecamatan Ponrang dan Ponrang Selatan, menerima materi pelatihan teknis tematik benih bermutu tanaman jagung di ruang rapat Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Ponrang, Jumat (11/6/2021)
Pelatihan ini dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Luwu bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku.
Kadis Pertanian Luwu, Albaruddin Andi Picunang mengatakan, jagung salah satu komoditas tanaman yang sangat dibutuhkan untuk pangan dan bahan industri.
“Permintaan jagung cukup tinggi, namun pemenuhannya masih terbatas,” jelas Albaruddin.
Menurutnya, dibutuhkan strategi komprehensif untuk meningkatkan produktivitas jagung, diantaranya meningkatkan kompetensi petani jagung sehingga mampu berbudidaya.
“Tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap pelaku utama dalam mendapatkan benih bermutu tanaman jagung”, lanjutnya
Pelatihan yang dilaksanakan selama tiga hari ini memprioritaskan praktek lapangan dengan pemberian materi selama satu jam. Praktek lapangan, peserta diberikan pengetahuan pengenalan benih bermutu jenis komposit dan hibrida dengan standar kesesuaian lokasi terutama pemenuhan syarat isolasi jarak dan waktu.
Rezky Yulianti, salah seorang widyaswara dari BBPP Batangkaluku menerangkan, teknik pemilihan tentang benih induk, persiapan lokasi, pengolahan tanah, penanaman, penyiangan, pemupukan hingga proses panen dan pasca panen.
Berdasarkan data produksi jagung periode Oktober 2020 hingga Maret dan Mei 2021, luas tanam sebanyak 6.442,65 ha, luas panen sebanyak 4.948,46 ha. Sementara hasil produksi mencapai 21.178,54 ton. (*)
Comment