Terungkap, Permainan Oknum Dibalik Kelangkaan Solar di Bone

Terungkap, Permainan Oknum Dibalik Kelangkaan Solar di Bone

BONE, BERITA-SULSEL.COM– Seringnya terjadi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar, rupanya bukan karena stok yang terbatas, melainkan adanya pihak-pihak yang memonopoli pembelian solar untuk di dijual keluar daerah Kabupaten Bone.

Dari pengakuan salah seorang petani, TA, yang kerap kesulitan mendapatkan solar, bahwa beberapa oknum disinyalir ikut terlibat dalam memonopoli pembelian solar tersebut. Inisial nama oknum yang disebutkan, diantaranya oknum anggota TNI, DE dan AS, oknum polisi, HA, juga AY, dan oknum Brimob, AR.


Namun, dari beberapa nama oknum diatas, ada warga Desa Uloe Kecamatan Dua Boccoe, yang menjadi penyelundup solar terbesar di Kabupaten Bone, yakni AL. Lokasi penampungan solarnya jauh dari pemukiman warga dan diketahui aktivitas bongkar muat solar biasa terjadi di siang dan malam hari.

“Petani disini sering kehabisan solar kalau ke SPBU, rupanya itu AL yang sering ambil tiap hari sampai 8000 liter, itu dari SPBU Palakka, SPBU Taccipi, SPBU jalan biru sama SPBU Uloe. Biasanya yang mengangkut truk industri PT Ronal, baru dibawa ke Morowali. Itu solarnya bersubsidi tapi tidak tahu surat apa yang digunakan karena bisa pengambilan banyak tiap hari, sementara kalau petani dibatasi”, tutur TA.

Ketika mendatangi lokasi, Jumat (5/8/22) malam, terlihat beberapa kendaraan pengangkut solar berada di lokasi sebuah rumah panggung yang disebut “gudang”, agak jauh dari pinggiran jalan. juga sebuah mobil hitam merk Innova, yang dikatakan TA, biasa digunakan untuk mengangkut solar. Anehnya, aparat penegak hukum setempat tidak mengambil tindakan apapun, padahal lokasinya tidak jauh dari Polsek setempat.

Pengguna solar lainnya, RA, juga mengungkap bahwa ada beberapa oknum yang bahkan berani mengambil solar tanpa surat rekomendasi. Padahal jika mengikut aturan, pembeli solar yang membawa jerigen ke SPBU harus memperlihatkan surat rekomendasi dari Dinas Pertanian atau Dinas Perikanan.

Monopoli dan penyelundupan solar, diduga tidak terlepas dari keterlibatan oknum karyawan SPBU. Dikatakan RA, ada uang pompa Rp3000 per jerigen untuk memuluskan pembelian solar dalam jumlah banyak.

“Iya, itu uang pompa, nantinya dikumpul sama SPBU, sampai sebulan lalu dibagikan kepada semua karyawan”, ungkap RA.

Penelusuran ke beberapa SPBU di Kabupaten Bone, terlihat mobil pick up yang mengangkut ratusan jerigen sedang mengantri diantara mobil-mobil truk. Namun ketika melihat kedatangan awak media, karyawan SPBU menghentikan sementara proses pengisian ke jerigen dan melanjutkan pengisian ke mobil-mobil yang sedang mengantri. (eka)

Comment