Di Hadapan 3000 Dokter Ahli Bedah, Prof Taruna Ikrar Ingkatkan Soal Ini, Masalahnya Serius

Ketua Konsil Kedokteran KKI, Prof dr Taruna Ikrar M.Biomed Ph.D menjadi pembicara di Konas PABI VI dan P2B2 PABI XIX di Hotel Shangri-La Jakarta. Foto : IST

JAKARTA, BERITA-SULSEL.COM – Ketua Konsil Kedokteran KKI, Prof dr Taruna Ikrar M.Biomed Ph.D menjadi pembicara di Kongres Nasional (Konas) Persatuan Dokter Spesialis Bedah Umum Indonesia (PABI) VI dan Pengembangan Profesi Bedah Berkelanjutan (P2B2) PABI XIX.

Kegiatan ini untuk dokter spesialis bedah. Kongres ini berlangsug selama lima hari, tanggal 1 hingga 5 Oktober 2022 di Hotel Shangri-La Jakarta.

Kongres ini dilaksanakan secara Hybrid dengan tema Mempertahankan dan Meningkatkan Harkat, Marwah, Martabat dan Jati Diri Spesialis Bedah, Untuk Mampu Bersaing Dalam Era Kompetensi Besama dan Era Globalisasi.

Taruna ikrar di hadapan 3000 peserta dokter ahli bedah seluruh Indonesia menyampaikan materi standar kompetensi bedah menganggap teknologi informasi yang mengalami revolusi setelah adanya perpaduan dengan teknologi komputer dan aplikasi telekomunikasi.

Termasuk berkembangnya metaverse dan teknologi komunikasi digital tiga dimensi. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya.

“Apalagi, perkembangan teknologi ini disertai dengan penemuan mesin cerdas atau artificial intelligences (AI),” jelas Taruna.

Untuk itu, jelas mantan Ketua HMI Makassar ini, kemajuan teknologi tersebut akan berimbas pada praktek kedokteran. Termasuk akan mempengaruhi kompetensi dokter bedah sebagai aplikasi telemedicine.

“Demikian dengan kemajuan pengobatan berbasis Gene Cells Therapy. Hal tersebut akan berdampak pada teknik pengobatan dan aplikasi bedah pada pasien dengan penyakit penyakit tertentu,” ujarnya.

“Sehingga, berdasarkan hal tersebut KKI akan melakukan evaluasi terhadap Perkonsil nomor 42 dan Perkonsil 73 tahun 2019. Hal ini mencakup kompotensi ahli bedah dimasa yang akan datang,” paparnya.

“Evaluasi ini diharapkan meningkatkan kompotensi ahli bedah,” tutup Taruna yang juga Ketua Konsil Kedokteran Internasional atau International Association of Medical Regulatory Auhtorities (IAMRA). (*)


Comment