Bangun Sekertariat PGRI, Guru di Bone Dimintai Sumbangan Rp250 Ribu

Ilustrasi sumbangan. Foto : Ist

BONE, BERITA-SULSEL.COM — Melalui persetujuan Wakil Bupati Bone, Ambo Dalle, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Bone, Andi Islamuddin, sebuah gedung milik SMP Negeri 7 Watampone, dipinjam pakai untuk dijadikan kantor sekertariat PGRI.

Karena atap gedung sudah tidak layak pakai, Ketua PGRI Kecamatan Tanete Riattang Timur, Ruslianto, membuat kesepakatan bersama para Ketua Ranting untuk merenovasi gedung melalui sumbangan sebesar Rp250 ribu per guru. Hal itu dibenarkan Plt Kepala Sekolah SMP Negeri 7 Watampone, Arnida.


“Itu hari pertemuan PGRI diundang semua ranting di Timur, mereka semua menyepakati sumbangan, ditetapkan besarannya Rp250 ribu, bukan semacam paksaan, tapi kerelaan dari anggota, kalau mau sumbang silahkan, yang tidak mau, tidak apa-apa”, jelas Arnida, melalui telepon seluler, Rabu (2/11/22), siang.

Arnida mengaku sampai saat ini guru-gurunya di SMP Negeri 7 Watampone, belum menyetor sumbangan, namun sudah ada sekolah SD di Kecamatan Tanete Riattang Timur yang menyerahkan sumbangannya ke bendahara renovasi gedung.

“Kebutuhan awalnya Rp50 juta, tapi coba tanya Ketua PGRI Timur. Disepakati di rapat Rp250 ribu, yang honorer boleh sumbang boleh tidak, begitu juga guru yang belum sertifikasi. Yang diutamakan guru bersertifikasi, tiap 3 bulan kan cair sampai Rp15 juta, masa Rp250 ribu tidak bisa. Pak Ambo Dalle dan pak Sekda yang tandatangan untuk peminjaman gedung, mereka juga tau soal ini sumbangan untuk renovasi”, tuturnya lebih lanjut.

Arnida menjelaskan bahwa uang dari para guru nantinya akan disetor ke bendahara ranting lalu bendahara ranting yang setor ke bendahara renovasi gedung. Untuk jumlah guru yang ada di Kecamatan Tanete Riattang Timur dan jumlah dana yang dibutuhkan untuk renovasi gedung, Arnida mengaku tidak tahu. (eka)

Comment