GMBI Minta PGRI Gowa Transparan Soal Setoran Kepsek

Ilustrasi

GOWA, BERITA-SULSEL.COM – Menyikapi adanya setoran dari ratusan Kepala Sekolah (Kepsek) di Gowa mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK) hingga SMP sebesar Rp1,6 juta per orang untuk kepsek SD dan SMP dan Rp1 juta untuk kepsek TK menuai sorotan dari sejumlah aktivis LSM di daerah ini.

Salah satu LSM yang melontarkan sorotan tajam adalah LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Sulsel. Melalui Kapala Divisi (Kadiv) Investigasinya, Rusdin Saleh Naba mengatakan pihaknya sangat menyayangkan tingginya pungutan yang dibayar oleh para kepala sekolah yang menjadi anggota PGRI.

“Jika setoran dari 450 kepsek yang menjadi anggota PGRI Gowa ini diakumulasi maka jumlahnya sangat besar. Nah yang menjadi pertanyaan besaran penggunaaan uang itu, apa-apa saja yang dibiayai selama mengikuti kegiatan POR PGRI di Soppeng. Ini yang mesti dibuka oleh pengurus PGRI Gowa agar tidak menimbulkan fitnah,” ujar Naba demikian Rusdin Saleh dipanggil.

Naba menegaskan walaupun dana yang disetorkan itu berasal dari isi kantong pribadi masing-masing kepsek namun pertanggungjawabannya harus jelas. Mengapa katanya agar pihak pengurus PGRI Gowa terhindar dari asumsi ajimumpung.

Untuk itu kata Naba, jika kemudian pihak pengurus PGRI Gowa di lain hari ditemukan ada indikasi pelanggaran ataupun manipulatif dari penggunaan dana yang dipungut itu, maka pihaknya tidak segan-segan melaporkan masalah ini ke pihak aparat penegak hukum (APH).

Sebelumnya, Ketua Kontingen PGRI Kabupaten Gowa Hasbi Lambe menjelaskan yang membayar itu adalah para kepala sekolah yang berstatus sebagai anggota PGRI. “Jadi yang nembayar itu 450 orang kepsek yang semuanya berstatus sebagai anggota PGRI Gowa,” kata Hasbi.

Ia menjelaskan dari jumlah Rp1,6 juta yang disetor itu, Rp1 juta diperuntukkan untuk pembelian kostum mulai dari sepatu hingga topi dengan kualitas yang bagus. Sementara sisanya Rp600 ribu diperuntukkan untuk membiayai kontingen PGRI selama berada kurang lebih sepekan di Soppeng. (an).


Comment