Harga Jagung Anjlok di Bone, Akmal Pasluddin Ingatkan Bulog

Andi Akmal Pasluddin

BONE, BERITA-SULSEL.COM— Sejumlah petani di Kabupaten Bone keluhkan anjloknya harga jagung dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP) senilai Rp4200 per kilogram, turun seharga Rp2000 per kilogram. Mendengar ini, Anggota DPR RI Komisi IV, Andi Akmal Pasluddin, langsung merespon dan mengingatkan Badan Urusan Logistik (Bulog).

“Sebagai perwakilan rakyat dari wilayah Bone, saya merasa perlu untuk menyoroti masalah ini dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi situasi yang tidak menguntungkan bagi petani. Untuk itu, Pemerintah baik melalui Bulog atau Bapanas mesti dapat melakukan intervensi agar terjadi normalisasi harga sesuai HPP”, terang Akmal.

Akmal menambahkan bahwa penurunan harga jagung secara drastis tidak hanya berdampak pada kesejahteraan petani, juga dapat mengganggu ketahanan pangan di daerah tertentu, termasuk di Bone. .

“Sebagai langkah konkret, saya mendesak pemerintah untuk melakukan intervensi yang lebih tegas dalam menstabilkan harga jagung di pasar. Saya mengajukan permintaan kepada Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk membeli jagung dari petani dengan harga sesuai HPP yang telah ditetapkan, yakni 4200 rupiah per kilogram,” ujarnya.

Anggota Badan Anggaran dari Fraksi PKS ini menyampaikan perlu adanya koordinasi yang lebih baik antara pemerintah daerah, petani, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menemukan solusi jangka panjang terhadap masalah harga jagung yang terus merosot ini.

“Diperlukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi produksi, distribusi, dan pemasaran jagung agar harga dapat tetap stabil dan menguntungkan bagi semua pihak,” tegasnya.

Akmal akui siap gunakan wewenang dan kapasitasnya sebagai Anggota DPR RI untuk mengadvokasi kebijakan dan program yang mendukung petani jagung di Sulawesi Selatan II. Menurutnya, kesejahteraan petani harus menjadi prioritas utama dalam upaya membangun sektor pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Dalam upaya menyelesaikan masalah ini, Akmal berkoordinasi dengan semua pihak terkait, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi petani, dan lembaga terkait lainnya, untuk berkolaborasi secara aktif dalam mencari solusi yang terbaik bagi kepentingan bersama.

“Saya ingin menegaskan komitmen saya untuk terus berjuang demi kesejahteraan petani dan stabilitas harga pangan di Sulawesi Selatan II. Saya yakin dengan kerja sama dan koordinasi yang baik, kita dapat mengatasi tantangan ini dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tuturpnya. (eka)


Comment