Pembunuhan di Ahmad Yani Bone, Pelaku Dituntut Penjara Seumur Hidup

Pembunuhan di Ahmad Yani Bone, Pelaku Dituntut Penjara Seumur Hidup

BONE, BERITA-SULSEL.COM – Peristiwa pembunuhan sadis yang terjadi pada 10 November 2023 lalu, dimana pelaku, Kaharman, yang saat itu bekerja sebagai petugas Satpol PP, ditangkap 5 hari setelah pembunuhan terjadi di rumah korban, Dahlia, jalan Ahmad Yani, Kabupaten Bone.

Setelah 7 bulan berlalu, Kaharman kini masih menjalani proses persidangan, dimana pada Rabu (5/6/24), Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan pembunuhan dan dituntut hukuman penjara seumur hidup.


“Pembunuhan berencana dan Pencurian sebagaimana diatur dalam Pasal 340 KUHP dan Pasal 362 KUHP dalam Dakwaan Kombinasi Kesatu.
Bahwa Jaksa Penuntut Umum menuntut terdakwa KAHARMAN dengan pidana penjara seumur hidup dan menjalani tahanan sementara dengan perintah terdakwa tetap ditahan,” isi dakwaan yang dibacakan JPU, Indraswaty dan Andi Sahriawan.

Disebutkan juga bahwa barang bukti gelang emas, kalung emas dengan liontin emas serta cincin emas dituntut untuk dikembalikan kepada Saksi Ekawati Binti Edy. Sedangkan sepeda motor merk Yamaha Mio S warna hitam dengan nomor rangka MH3SSEE4100JJ083607 dan nomor mesin E3R2E215828 dituntut untuk dikembalikan kepada terdakwa.

Bukti lainnya sarung parang warna coklat dengan pangkap berwarna hitam, daster warna kuning, baju kaos warna hitam, celana pendek motif loreng, tas selempang motif loreng, dan helm warna putih dituntut agar dirampas untuk dimusnahkan.

Jaksa Penuntut Umum juga mengajukan tuntutan berdasarkan fakta-fakta yang terdapat dalam persidangan dimana terdapat hal-hal yang memberatkan terdakwa, yaitu menimbulkan penderitaan mendalam dan berkepanjangan bagi keluarga korban, serta perbuatan terdakwa yang sadis.

Melalui kuasa hukumnya, terdakwa menyampaikan pembelaan secara lisan dan meminta keringanan hukuman karena terdakwa telah mengakui dan menyesali perbuatannya tersebut. Terdakwa juga meminta keringanan dengan alasan bahwa terdakwa adalah tulang punggung keluarga.

Majelis hakim yang dipimpin oleh ketua majelis, Muswandar, serta anggota majelis hakim, Muhammad Ali Askandar dan Murdian Ekawati, menyatakan sidang akan dilanjutkan pada Kamis (20/6/24) mendatang dengan agenda sidang pembacaan putusan. (eka)


Comment