BONE, BERITA-SULSEL.COM — Tahapan perayaan Hari Jadi Bone ke 695 akhirnya mencapai puncak pada Kamis (10/4/25) di Rumah Jabatan Bupati Bone dengan menghadirkan benda-benda pusaka yang tersimpan di Museum Arajangnge ke hadapan Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman dan Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin.
Di hari istimewa dan bersejarah bagi Kabupaten Bone, juga hadir Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, beserta tamu undangan beberapa pejabat dari luar Kabupaten Bone, namun merupakan putera asli daerah Bone. Tak ketinggalan Forkopimda serta para kepala OPD, tokoh adat, tokoh agama dan para tokoh budaya.
Perayaan Hari Jadi Bone ke 695 kali ini ada yang berbeda, kehadiran Andi Tenri Walinonong, seolah memberi warna baru sebagai perempuan pertama yang jadi Ketua DPRD Bone. Meski baru di dunia politik, ATW yakin dirinya mampu memberi kontribusi positif bagi kemajuan Bone di masa depan.
“Alhamdulillah suatu kesyukuran dan kebanggan bisa ikut serta memeriahkan rangkaian hari jadi bone ke 695 di tahun 2025 ini. Selaku ketua DPRD pertama perempuan, ada rasa kebanggan tersendiri untuk saya pribadi bisa mengambil peran dalam acara ini,” kata ATW.
Dibalik rasa bangga itu, ATW akui peran perempuan untuk pembangunan di Bone masih kurang dihargai karena masih didominasi oleh laki-laki. Namun, hal itu tidak membuat ATW merasa rendah diri. ATW yakin dengan keberadaan dirinya sebagai Ketua DPRD, mampu mengangkat harkat dan martabat perempuan melalui keputusan-keputusan pentingnya yang akan menentukan keberhasilan pembangunan Bone ke depan.
“Perempuan dapat memainkan peran krusial dalam pembangunan meskipun kontribusi mereka kadang kurang di hargai dan tidak terlihat. Mereka berkontribusi di berbagai sektor dan tidak hanya berkontribusi sebagai ibu rumahtangga, tetapi juga sebagai pendidik dan pemimpin,” ungkap ATW.
Perempuan cantik yang sukses meraih 7.828 suara pada Pileg 2024 lalu, siap membuktikan bahwa dirinya bukan hanya idola masyarakat di dapilnya, tapi juga mampu membawa perubahan bagi pembangunan Kabupaten Bone. ATW adalah cerminan perempuan bugis yang lemah lembut namun teguh memegang prinsip serta siap pertaruhkan hidup demi rakyat.
“Dalam pemerintahan wija to mapparenta, yang namanya pemerintah itu wajib hukumnya mengadepankan nilai pangadereng. Namun secara garis besar kepemimpinan tidak selalu berkaitan dengan gelar melainkan karakter dan tindakan,” tegasnya.
ATW berharap dirinya bisa menjadi contoh bagi perempuan-perempuan di Kabupaten Bone untuk ikut berkontribusi dalam bentuk apapun demi kemajuan daerah. ATW juga berharap peran perempuan dalam dunia politik semakin banyak karena pemikiran perempuan juga tak bisa dianggap remeh, termasuk dalam mengambil keputusan-keputusan penting untuk rakyat. (eka)
Comment