MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar, Tri Zulkarnain, mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk ekstra hati-hati dalam menyelenggarakan pemilihan Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW). Tri menilai proses pemilihan di tingkat akar rumput ini sangat rentan memicu gesekan sosial jika tidak diawasi secara ketat dan dijalankan dengan transparan.
Politisi Partai Demokrat ini menegaskan bahwa pemilihan RT/RW bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan bagian dari dinamika sosial yang langsung berinteraksi dengan warga. Oleh sebab itu, transparansi dan kepatuhan terhadap aturan menjadi kunci utama.
“Pemilihan RT dan RW ini rentan gesekan karena menyangkut hubungan antarwarga. Kalau tidak dikawal dengan baik, potensi konflik bisa muncul di lapangan,” ujar Tri di kantor sementara DPRD Kota Makassar, Rabu (22/10).
Sosialisasi dan Pengawasan Mendesak
Menurut Tri, sosialisasi yang dilakukan oleh Pemkot harus maksimal. Tujuannya agar seluruh warga dapat memahami prosedur dan aturan yang berlaku, sehingga tidak terjadi salah penafsiran. Ia mencontohkan, meski sosialisasi sudah dimulai di beberapa wilayah, seperti Kecamatan Tamalate, namun jangkauannya dinilai belum menyeluruh.
“Masih banyak masyarakat yang bertanya bagaimana prosesnya pemilihan RT/RW ini,” katanya.
Terkait wacana penggunaan sistem mirip Pemilu, di mana Pemkot berkolaborasi dengan KPU Makassar, Tri setuju namun meminta pengawasan harus lebih diperkuat dan diperluas. Ia khawatir, karena wilayahnya yang lebih kecil, potensi gesekan dan intervensi antarwarga justru bisa lebih besar.
“Kalau sistemnya seperti Pemilu, otomatis harus ada pengawas juga. Karena wilayahnya makin kecil, potensi gesekannya justru lebih besar. Jangan sampai ada intervensi atau tekanan antarwarga,” jelasnya.
Tri Zulkarnain berharap Pemkot Makassar dapat memperkuat koordinasi lintas lembaga, tidak hanya KPU, untuk menjamin proses pemilihan berjalan aman, damai, dan bebas dari kepentingan politik.
“RT dan RW adalah perekat sosial. Jangan sampai proses pemilihannya justru jadi sumber perpecahan,” pungkasnya.
Comment