1 Dekade LPPL SBL Pinrang: Bertahan di Era Digital, Perkuat Peran Publik

Fajar Bakri

PINRANG, BERITA-SULSEL.COM – Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Suara Bumi Lasinrang (SBL) Kabupaten Pinrang merayakan satu dekade eksistensinya sebagai media penyiaran yang konsisten memberikan informasi, edukasi, dan hiburan bagi masyarakat.

Memasuki usia 10 tahun, LPPL SBL telah melakukan transformasi signifikan dengan memadukan teknologi penyiaran analog dan digital. Langkah ini diambil untuk menjangkau lebih banyak pendengar dari berbagai generasi di era modern.

Puncak peringatan 1 Dekade LPPL SBL digelar meriah di Gedung Penyiaran LPPL SBL pada Rabu (12/11). Acara tersebut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta organisasi kepemudaan.

Direktur Utama LPPL SBL, Fajar Bakri, menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan LPPL SBL yang tetap mampu bertahan di tengah derasnya arus era digital. “Transformasi ini menjadi momentum untuk memperkuat peran LPPL SBL sebagai media publik yang mendidik dan menghibur masyarakat Pinrang,” ujarnya dalam sambutan.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Kominfosandi) Kabupaten Pinrang, A. Haswidy Rustam, mengapresiasi inovasi yang dilakukan LPPL SBL. Menurutnya, keberadaan LPPL SBL sangat vital dalam mendukung misi Pemerintah Daerah (Pemda) untuk menyebarkan informasi pembangunan dan kebijakan publik secara luas.

“LPPL SBL bukan hanya sarana hiburan, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara Pemerintah Daerah dan masyarakat,” tegas Haswidy.

Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk secara aktif memanfaatkan LPPL SBL sebagai media sosialisasi program, inovasi, dan capaian kerja, agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat Pinrang.

Dengan semangat satu dekade, LPPL SBL diharapkan terus menjadi mitra masyarakat dalam menyebarkan informasi yang benar, menumbuhkan literasi publik, serta memperkuat partisipasi publik dalam pembangunan daerah.


Comment