MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Pemerintah Kelurahan Baji Mappakasunggu, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar meluncurkan program inovatif untuk menekan angka stunting di wilayahnya. Program tersebut bernama “Jumat Mulia Sare Bayao”, yang secara harfiah berarti “Jumat Mulia Berbagi Telur”. Dalam dialek setempat, sare bayao bermakna berbagi atau memberi telur.
Program yang resmi diluncurkan pada Jumat, 17 Oktober 2025 ini dilaksanakan melalui kegiatan rutin pembagian 1 butir telur secara gratis setiap hari Jumat kepada anak-anak yang terdata mengalami stunting.
Lurah Baji Mappakasunggu Abdul Rasyid Sahrul, selaku penggagas, menyebut program ini sebagai langkah konkret dan berkelanjutan untuk mempercepat penurunan angka stunting di wilayahnya.
“Telur dipilih karena merupakan sumber protein hewani yang mudah diakses, terjangkau, dan memiliki kandungan gizi lengkap untuk mendukung tumbuh kembang anak, terutama dalam pencegahan dan penanganan stunting,” ujar Abdul Rasyid saat ditemui Sabtu (15/11/2025).
Ia menambahkan, inovasi ini tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga penguatan peran serta masyarakat. Pelaksanaannya melibatkan kolaborasi Kader Posyandu dan PjS RT-RW se-Kelurahan Baji Mappakasunggu. Sinergi ini menunjukkan komitmen kolektif seluruh elemen masyarakat dalam mengatasi masalah gizi kronis.
“Kami berharap Jumat Mulia Sare Bayao dapat menjadi program unggulan yang berkelanjutan dan memberi dampak signifikan bagi perbaikan status gizi anak-anak stunting. Keberhasilannya akan menjadi tolok ukur semangat gotong royong dan kepedulian sosial,” jelasnya.
Program ini telah berjalan selama tiga pekan, mulai 24 Oktober hingga 14 November 2025. Telur-telur dibagikan langsung oleh kader Posyandu kepada keluarga penerima manfaat sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap perbaikan gizi masyarakat.

Abdul Rasyid juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur dan PjS RT/RW atas dukungan yang diberikan.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada para donatur dan PjS RT/RW se-Kelurahan Baji Mappakasunggu. Kolaborasi ini adalah kunci,” tegasnya.
Kegiatan pembagian dipimpin langsung oleh Lurah bersama Ketua TP PKK Kelurahan dan didukung penuh oleh Kader Posyandu. Sasaran penerima antara lain anak stunting, ibu hamil, serta ibu yang baru melahirkan, untuk memastikan asupan gizi optimal bagi ibu, bayi, dan anak.
Pada pekan ketiga, program ini berkembang dengan penyaluran bantuan tambahan berupa sembako dan uang tunai dari para donatur kepada warga yang membutuhkan, termasuk lansia, bayi stunting, serta warga miskin yang sedang sakit atau mengalami patah tulang.
“Semoga kegiatan Jumat Mulia membawa keberkahan dan membantu meringankan beban masyarakat, khususnya warga yang menerima bantuan,” tutup Abdul Rasyid Sahrul.
Comment