MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan mempertegas komitmennya dalam mengawal tata kelola pemerintahan daerah yang bersih dan berintegritas. Melalui momentum bulan suci Ramadan, Kejati Sulsel mengajak para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengedepankan pencegahan korupsi dalam setiap inovasi pembangunan.
Kejaksaan Sebagai Mitra Strategis
Asisten Intelijen Kejati Sulsel, Ferizal, menyampaikan penegasan tersebut saat menjadi narasumber dalam Ramadhan Leadership Camp 2026 di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Rabu (25/2/2026). Di hadapan peserta, ia menekankan bahwa Kejaksaan kini hadir sebagai mitra strategis, bukan institusi yang menakutkan bagi para pejabat daerah.
“Kejaksaan hadir di sini bukan sebagai ‘hantu’ yang menakutkan. Kami menjadi mitra untuk memastikan Bapak dan Ibu aman dalam menjalankan roda pemerintahan,” ujar Ferizal.
Paradigma Pencegahan Lebih Utama
Ferizal menjelaskan bahwa paradigma penegakan hukum saat ini telah bergeser dari tindakan represif menuju pencegahan. Hal ini sejalan dengan prinsip Jaksa Agung, yaitu “Tajam ke Atas, Humanis ke Bawah”. Oleh karena itu, fungsi intelijen kini berperan sebagai sistem peringatan dini (early warning system) bagi pemerintah.
Menurutnya, keberhasilan institusi kejaksaan tidak lagi bergantung pada banyaknya orang yang masuk penjara. Sebaliknya, indikator kesuksesan terletak pada penyelamatan keuangan negara dan kelancaran proyek strategis demi kesejahteraan masyarakat.
Jaminan Hukum bagi Inovasi Daerah
Selain itu, Ferizal memaparkan bahwa aturan hukum saat ini sangat melindungi inovasi daerah. Berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014, ASN tidak dapat dipidana jika inovasi yang telah mendapat persetujuan gagal mencapai sasaran, selama tidak ada unsur memperkaya diri sendiri.
Namun, ia mengingatkan para pejabat untuk tetap memperhatikan empat syarat diskresi:
-
Memprioritaskan kepentingan umum.
-
Sesuai dengan asas pemerintahan yang baik.
-
Bebas dari konflik kepentingan.
-
Berdasarkan itikad baik.
Menutup Celah Korupsi
Meskipun mengedepankan pembinaan, Ferizal tetap merinci sejumlah titik rawan yang sering menjadi celah korupsi. Bidang pengadaan barang dan jasa (PBJ) masih mendominasi angka kasus korupsi daerah hingga 90 persen.
Sebagai penutup, ia mengajak seluruh ASN menjadikan ibadah puasa sebagai momentum untuk memperkuat integritas. Ia berharap nilai-nilai ASN BerAKHLAK benar-benar menyatu dalam setiap tindakan penyelenggaraan pemerintahan di Sulawesi Selatan.
Comment