Bupati Gowa: Cegah Kawin Anak untuk Putus Rantai Stunting

Bupati Gowa: Cegah Kawin Anak untuk Putus Rantai Stunting

GOWA, BERITA-SULSEL.COM – Pemerintah Kabupaten Gowa memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka stunting melalui pencegahan pernikahan dini. Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan bahwa kawin anak bukan sekadar masalah sosial, melainkan ancaman serius bagi kualitas generasi masa depan daerah tersebut.

Pernyataan tersebut muncul saat Husniah menghadiri sosialisasi cegah kawin anak di Baruga Tinggimae, Rujab Bupati Gowa, Kamis (9/4). Menurutnya, pernikahan di bawah umur sering kali merampas hak pendidikan anak dan memaksa mereka memikul tanggung jawab sebelum waktunya.

Edukasi Hingga Wilayah Terpencil

Bupati Husniah menyoroti fakta di lapangan yang masih menunjukkan adanya pernikahan dini hingga menyebabkan kehamilan. Oleh karena itu, ia meminta Kantor Urusan Agama (KUA) untuk lebih proaktif melakukan edukasi hingga ke wilayah terpencil mengenai bahaya medis dan sosial dari praktik tersebut.

“Kawin anak membuka pintu lahirnya generasi stunting. Inilah lingkaran yang harus kita putus sekarang agar masa depan Gowa tetap kuat,” tegas Husniah di depan ratusan peserta.

Ia juga menjelaskan bahwa anak yang mengalami stunting berisiko memiliki kemampuan belajar yang lemah dan rendahnya produktivitas di masa depan. Selanjutnya, ia mengajak Majelis Ta’lim untuk menjadi garda terdepan dalam menyampaikan pesan bahwa menikah harus berdasarkan kesiapan, bukan sekadar kecepatan.

Program Prioritas Gowa

Selain isu stunting, Husniah memaparkan lima program prioritas Pemerintah Kabupaten Gowa yang memerlukan dukungan masyarakat:

  • Gowa Annangkasi: Fokus pada kebersihan lingkungan.

  • Gowa Caradde: Peningkatan kecerdasan melalui Gerakan Gowa Mengaji.

  • Gowa Masunggu: Upaya pengentasan kemiskinan ekstrem.

  • Gowa Salewangan: Peningkatan layanan kesehatan masyarakat.

  • Gowa Masannang: Menciptakan kondisi daerah yang aman dan kondusif.

Dukungan Lintas Sektoral

Senada dengan Bupati, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Gowa, Jamaris, berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan organisasi perempuan hingga tingkat desa. Pihaknya akan menggandeng PKK dan Dharma Wanita guna menghadapi tantangan budaya dan kekhawatiran orang tua yang masih mendorong terjadinya pernikahan dini.

Sementara itu, Ketua Panitia, Fatmawati, menekankan pentingnya perhatian pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Menurutnya, pemahaman mengenai asupan gizi sejak dini menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi Gowa Maju melalui peran aktif organisasi kemasyarakatan.


Comment