Waspada! Penipu Gunakan AI Tirukan Suara Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi di WhatsApp

Waspada! Penipu Gunakan AI Tirukan Suara Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi di WhatsApp

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Masyarakat Sulawesi Selatan harus ekstra waspada terhadap tren penipuan digital terbaru. Belakangan ini, pelaku kejahatan mulai mencatut nama Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, untuk melancarkan aksi penipuan melalui aplikasi WhatsApp dan berbagai platform media sosial lainnya.

Pelaku menggunakan modus yang sangat canggih untuk mengelabui calon korbannya. Selain memasang foto profil sang Wakil Gubernur, mereka juga menyebarkan pamflet bertajuk “Kita Punya Andil, Kembalikan Ruang Aman” lengkap dengan tagar #Danabantuan2026.

Gunakan Teknologi AI untuk Kelabui Korban

Hal yang paling mengkhawatirkan, pelaku memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) guna menciptakan rekaman suara atau voice note yang sangat mirip dengan suara Fatmawati Rusdi. Dengan kecanggihan ini, pelaku berharap masyarakat lebih mudah percaya dan terjebak dalam perangkap mereka.

Berdasarkan laporan yang masuk, oknum penipu tersebut menjanjikan dana bantuan sebesar Rp50 juta. Namun, mereka mensyaratkan calon korban untuk mengirimkan data pribadi yang sangat sensitif, mulai dari nama lengkap, alamat, hingga nomor rekening dan identitas bank.

Tegasan Diskominfo Sulsel

Plt Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Sulsel, Muhammad Salim Basmin, mengecam keras tindakan tersebut. Ia menegaskan bahwa aksi pencatutan nama pejabat merupakan pelanggaran hukum yang sangat serius.

“Ini merupakan hal yang tidak bisa kami tolerir. Mencatut nama seorang pejabat publik untuk menipu masyarakat adalah tindakan yang sangat meresahkan,” ujar Salim pada Kamis (7/4/2026).

Salim menjelaskan bahwa pelaku sengaja membangun kepercayaan palsu dengan menggunakan identitas figur berpengaruh. Oleh karena itu, Pemprov Sulsel meminta warga agar segera mengabaikan setiap pesan atau panggilan yang mencurigakan.

Imbauan Resmi Pemerintah

Pemprov Sulsel mengingatkan masyarakat bahwa pemerintah tidak pernah meminta data pribadi atau melakukan transaksi keuangan melalui akun WhatsApp pribadi pejabat. Semua komunikasi resmi hanya berlangsung melalui kanal-kanal pemerintah yang terverifikasi.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menggubris jika ada pihak yang meminta sesuatu yang mencurigakan. Segera laporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib agar pelaku dapat diproses secara hukum,” tambah Salim.

Selain itu, warga diingatkan untuk tidak sembarangan membagikan informasi rekening atau foto identitas diri kepada pihak yang tidak memiliki identitas resmi dan jelas.


Comment