MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar terus memacu daya saing pelaku usaha lokal melalui skema kolaborasi unik. Selama tiga hari, 5-7 Mei 2026, BBPOM menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Coaching Clinic Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) di Aula Baji Minasa untuk memastikan produk UMKM Makassar menembus pasar global.
Kegiatan strategis ini melibatkan 20 pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMKM) pangan olahan serta mahasiswa fasilitator. Menariknya, program ini mengedepankan konsep “Orang Tua Angkat” (OTA), sebuah sinergi antara pemerintah dan perusahaan besar untuk membina industri kecil agar lebih mandiri dan profesional.
UMKM Sebagai Tulang Punggung Ekonomi
Kepala BBPOM di Makassar, Yosef Dwi Irwan, dalam sambutannya menekankan bahwa UMKM adalah penggerak utama ekonomi kerakyatan. Pasalnya, sektor ini menyumbang lebih dari 61% terhadap PDB nasional dan menyerap hingga 97% tenaga kerja Indonesia.
“Saat kita berbicara industri pangan, kita tidak hanya bicara ekonomi. Namun, kita juga menghadapi aspek kesehatan, ketahanan nasional, dan daya saing bangsa,” tegas Yosef.
Ia menambahkan bahwa pangan adalah hak asasi yang harus aman, bermutu, dan bergizi. Oleh karena itu, Badan POM tidak bisa bekerja sendiri. Yosef mengibaratkan kerja sama ini sebagai “Super Tim”, bukan “Superman”, guna mewujudkan kedaulatan pangan.
Kolaborasi Pemerintah, Akademisi, dan Dunia Usaha
Keberhasilan acara ini tidak lepas dari dukungan PT Garudafood dan PT Mars Symbioscience Indonesia yang berperan sebagai Orang Tua Angkat. Selain memberikan dukungan finansial, praktisi dari kedua perusahaan global tersebut turun langsung memberikan materi teknis kepada para peserta.
Selanjutnya, BBPOM di Makassar juga menggandeng akademisi dari Universitas Hasanuddin. Langkah ini merupakan implementasi program ABG (Academia-Business-Government) yang digagas oleh Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar. Sinergi ini bertujuan agar inovasi kampus dapat langsung masuk ke tahap komersialisasi di dunia usaha.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan PT Garudafood dan PT Mars. Ini adalah bukti nyata bahwa dunia usaha memiliki kepedulian tinggi terhadap kemajuan UMKM kita,” tambah Yosef.
Hapus Stigma Sulitnya Izin Edar
Dalam sesi tersebut, Yosef secara tegas mengajak para pelaku usaha untuk tidak ragu mengurus legalitas. Ia menjamin bahwa pengurusan izin edar di BPOM saat ini sangat mudah, terjangkau, dan terukur.
“Jangan gunakan calo dan jangan berikan gratifikasi. Kami akan mendampingi bapak ibu sampai izin edar terbit, asalkan ada komitmen kuat untuk menjaga konsistensi mutu,” ujarnya.
Meskipun mengedepankan pembinaan, BBPOM tetap akan mengawal ketat produk yang telah beredar. Jika terdapat ketidaksesuaian yang berisiko pada kesehatan masyarakat, BPOM akan memberikan sanksi administratif secara tegas namun tetap edukatif.
Hasil Nyata: Izin Terbit di Tempat
Kegiatan ini tidak hanya berisi teori. Melalui pendekatan Coaching Clinic yang aplikatif, para peserta langsung mendapatkan bantuan percepatan perizinan dan akses permodalan dari Bank Mandiri, DPMPTSP, serta kantor pajak.
Sebagai hasil konkret dari kegiatan tiga hari ini, BBPOM berhasil menerbitkan:
-
20 Akun e-Sertifikasi baru bagi pelaku usaha.
-
4 Sertifikat CPPOB.
-
1 Izin Edar Pangan Olahan kategori risiko menengah rendah.
Capaian ini menjadi langkah awal untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. BBPOM di Makassar berharap ekosistem pembinaan yang terpadu ini terus berlanjut demi menciptakan UMKM yang berdaya saing global.
Comment