Bupati Maros Wajibkan ASN Mengaji

Bupati Maros Chaidir Syam bersama Abuya Arrasy Hasyim dalam kegiatan pengajian rutin ASN di Masjid Pemkab Maros.

MAROS, BERITA-SULSEL.COM – Pemerintah Kabupaten Maros mengambil langkah tegas dalam membentuk karakter pegawai. Belum lama ini, Bupati Maros Chaidir Syam mewajibkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) mengikuti pengajian rutin setiap bulan. Selain itu, program rohani tersebut bertujuan memperkuat integritas serta moral pegawai di lingkup pemerintahan daerah.

Kegiatan penting itu berlangsung di Masjid Baitul Khair, Kompleks Kantor Bupati Maros. Pada kesempatan tersebut, pemerintah daerah menghadirkan penceramah kondang, Abuya Arrasy Hasyim, untuk membawakan tausiah khusus. Selanjutnya, ia mengangkat tema penting mengenai ASN berakhlak dengan meneladani kepemimpinan Umar bin Khattab.

Menurut Chaidir, pembinaan rohani membantu pegawai agar lebih cakap sekaligus memiliki landasan moral yang kuat. Oleh karena itu, ia selalu menekankan pentingnya kejujuran ketika menjalankan tugas pelayanan publik. Mantan Ketua DPRD Maros itu menegaskan bahwa tanggung jawab birokrasi menuntut kesadaran spiritual yang tinggi dari setiap individu.

Sementara itu, Abuya Arrasy Hasyim menyampaikan pesan mendalam kepada para ASN yang hadir. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pegawai agar tidak hanya berorientasi pada jabatan maupun pencairan anggaran. Sebaliknya, setiap abdi negara harus melaksanakan pekerjaan dengan penuh rasa tanggung jawab karena Allah SWT selalu mengawasi gerak-gerik manusia.

“Ada atau tidak ada CCTV, Allah tetap tahu apa yang kita kerjakan,” tegas Abuya Arrasy di hadapan para jamaah.

Di samping itu, penceramah kharismatik tersebut meminta para pegawai agar menghindari sikap saling menjatuhkan dalam lingkungan kerja. Bahkan, ia menyoroti kebiasaan sebagian orang yang sengaja memamerkan kepedulian kepada masyarakat. Bagi Abuya Arrasy, bantuan sosial seharusnya tersalurkan secara tulus tanpa perlu pencitraan publik.

Selain masalah integritas, ia turut menekankan pentingnya rasa syukur dalam menjalani profesi sehari-hari. Oleh sebab itu, para pegawai tidak boleh mudah mengeluh hanya karena belum menduduki posisi tertentu. Sebagai penutup, ia mengajak seluruh ASN meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW melalui kepemimpinan teladan Umar bin Khattab.


Comment