
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Kemeriahan event lari lintas alam wisata pertama di Sulawesi Selatan, yang bertajuk Bank Sulselbar Rammang Rammang Trail Run tinggal menghitung hari. sesuai dengan jadwal, event ini merupakan bagian dari perayaan hari jadi Kabupaten Maros ke 57 ini, akan digelar pada 31 Juli 2016.
Beberapa persiapan untuk menyukseskan kegiatan ini juga telah dilakukan panitia, salah satunya adalah perbaikan beberapa jembatan di areal jalan yang akan dilalui oleh para pelari nantinya, dimana proses pengerjaan persiapan ini juga melibatkan masyarakat setempat yang tergabung dalam komunitas masyarakat sadar wisata kampung Berua.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sulsel, Devo Kaddafi mengungkapkan, event Rammang Rammang Trail Run ini akan menjadi satu cara untuk mengeksplorasi kembali wilayah wisata Rammang Rammang.
“Selama ini kita tahunya hanya kampung Berua saja sebagai destinasi wisata di Rammang Rammang, tapi ternayata masih banyak spot spot yang cukup menarik untuk bisa dikunjungi diwilayah Hutan Batu Rammang Rammang, dan ini juga merupakan potensi besar untuk mendatangkan wisata lebih banyak lagi di Kabupaten Maros,” jelasnya, Jumat, 22 Juli 2016. .
Ditempat terpisah Defiana Syafiuddin Direktur PT. Surya Makassar Production, selaku event Organizer gelaran trail run wisata ini menambahkan pihaknya sangat senang bisa bekerja keras untuk menyiapkan event yang luar biasa ini.
“Kegiatan ini merupakan persembahan dari Bank Sulselbar yang memang memiliki komitment untuk senantiasa mendukung pembangunan Sulawesi Selatan di segala sektor tanpa terkecuali sektor wisatanya, dan ini merupakan wujud nyata yang telah dilakukan oleh Bank Sulselbar untuk komitmen tersebut,” paparnya.
Ia juga mengaku bangga karena event ini didukung Semen Bosowa. “Kita tahu bahwa areal venue untuk kegiatan ini adalah diwilayah kerja perusahaan semen Bosowa, dan saya sangat percaya dengan adanya event ini tentunya akan memberikan satu dampak yang sangat positif terhadap aktivitas promosi di Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Maros,” paparnya. (*)
Comment