Manfaatkan Kulit Kacang Tanah dan Batu Bara Muda, Mahasiswa UNM Menangkan Lomba PKM Kemendikbud

Manfaatkan Kulit Kacang Tanah dan Batu Bara Muda, Mahasiswa UNM Menangkan Lomba PKM Kemendikbud

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Empat mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) dari 2 Fakultas Pendidikan Teknik Mesin dan Pendidikan Teknologi Pertanian serta dan Fakultas Pendidikan Kimia dan Pendidikan Biologi (Mipa) berhasil menangkan lomba Pengabdian Masyarakat melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Mahasiswa tersebut adalah Samsul Fajri, Miftahul Rizky, Ersa Rana dan Supardi yang dibimbing Muhammad Hasim S. Mahasiswa ini lolos pada PKM Pengabdian Masyarakat.

Tim yang diketuai Samsul Fajri dari Pendidikan Teknik Mesin ini mencoba membantu masyarakat yang ada di Desa Lanne, Kabupaten Pangkep. Warga disini tergolong dalam keluarga penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk memanfaatkan kulit kacang tanah untuk diolah dalam pembuatan briket.

Samsul menjelaskan, mengapa pihaknya memilih kulit kacang tanah untuk dijadikan bahan dasar pembuatan briket. Pasalnya, limbah kulit kacang tanah menjadi dapat dimanfaatkan.

”Alasan, saya memilih kulit kacang tanah untuk pembuatan briket. Musim kemarau, kulit kacang tanah ini banyak. Bahkan termasuk limbah yang susah untuk terurai, jadi dengan digunakannya menjadi bahan dasar pembuatan briket akan mengurangi limbah tersebut,” ujar Samsul, Jumat (4/6/2021).

Kata Samsul, adanya kegiatan ini, pihaknya dapat membantu keluarga penerima manfaat dan keluarga harapan untuk lebih produktif. Hasilnya dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari. Mereka dapat menghemat penggunaan gas elpiji yang tergolong mahal yang ada di kampungnya tersebut.

“Hampir seluruh keluarga yang ada di Desa Lanne ini mengunakan gas elpiji dalam kehidupan sehari-hari. Pengeluaran untuk membeli tabung gas elpiji dapat digunakan untuk membeli keperluan lainnya, misalnya menabung untuk sekolah anak-anaknya,” kata Samsul.

Dosen pembimbing, Muhammad Hasim mengapresiasi ide dan semangat dari tim mahasiswa. “Luar Biasa, ini baru awal dari segalanya, semoga ide ini bisa di eksekusi dengan baik dan bermanfaat untuk mitra,” ujarnya.

“Mahasiswa memberikan pengetahuan pemanfaatan sumber daya alam disekitar mereka. Hal terpenting, semoga tim mampu menembus PIMNAS. Mahasiswa akan turun ke masyarakat pada Juli hingga September 2021 mendatang,” tambahnya. (*)


Comment