MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Keluarga besar Universitas Islam Makassar (UIM) sudah menjadi tradisi tahunan menyembelih ekor sapi hari raya Idul Adha.
Lebaran Idul Adha 1442 H, Rektor UIM, Andi Majdah M Zain mengatakan, pihaknya menyembeli 14 ekor sapi , daging kurban akan dibagikan kepada masyarakat sekitar. Ada 1000 lebih warga Makassar akan dibagikan daging kurban yang disumbangkan UIM.
“Satu ekor sapi rata-rata beratnya 80 kilo, jadi 14 ekor bisa sampai 1000 orang,” ucap Andi Majdah, Selasa, (20/7/2021).
Sekadar informasi, Andi Majdah melaksanakan salat Idul Adha di kediamannya bersama keluarga.
Itu dilakukan guna menaati perintah pemerintah untuk menggelar salat Idul Adha di rumah masing-masing.
Sebelum, keluar edaran Pemerintah Provinsi Sulsel, Pemkot Makassar dan Menteri Agama, pihaknya berencana menggelar salat Ied di kampus.
Panitia kurban di UIM akan melaksanakan mekanisme pemotongan sesuai syariat islam. Ditambah dengan edaran Menteri Pertanian soal pelaksanaan kurban di masa pandemi.
Andi Majdah menegaskan, ditengah pandemi seperti ini kegiatan yang mendatangkan kerumunan harus dibatasi.
Tapi, itu tidak menyurutkan niatnya sebagai instansi pendidikan melakukan penyembelihan hewan kurban. Pelaksanaan kurban dilakukan dengan protokol kesehatan ketat.
“Panitia kurban kita batasi, hanya yang berkepentingan boleh hadir di area tersebut,” tegasnya.
Masyarakat juga tidak diperkenankan datang mengambil daging secara langsung. Pihak panitia yang akan mengantar ke rumah-rumah warga.
“Kita yang antar langsung, door to door ke rumah warga. Supaya mereka tidak datang berkerumun,” ujarnya.
Ia mengimbau, agar masyarakat mematuhi aturan pemerintah untuk tidak melaksanakan salat di masjid, serta tidak mendatangkan kerumunan di hari raya Idul Adha.
“Cukup di rumah, silaturahminya memanfaatkan teknologi, video call atau zoom,” tuturnya.
Kabag humas dan kerjasama UIM Wachyudi Muchsin menambahkan, dengan adanya pandemi Covid-19 merupakan ujian agar bisa ikhlas dan menahan diri.
“Selain itu, kita ikut serta sebagai orang yang memutus mata rantai penyebaran covid-19. Sebab angka kasus Covid saat ini sedang meninggi,” ujarnya. (*)
Comment