BONE, BERITA-SULSEL.COM – Lebih sepekan berada di RS Yasin Bone, kondisi pasien HT yang lemah kini harus menghadapi masalah baru karena dimintai uang Rp12 juta rupiah agar bisa keluar paksa dari Rumah Sakit.
Kerabat pasien, HF, mengeluhkan hal tersebut dan mengaku tubuh HT kini bengkak akibat infus sejak Minggu (8/8/21) malam lalu. Parahnya, HT diduga seruangan dengan pasien lain yang negatif Covid-19.
“Sejak malam Senin lalu diinfus, jadi bengkak badannya, kalau mau keluar paksa harus dibayar Rp12 juta, tapi kalau tidak keluar paksa, ya gratis. Satu kamarnya masih cowok, umur 20 tahun, itu belum positif Covid” ungkapnya.
Kerabat lain HT, mengungkapkan bahwa sebelum masuk ke RS Yasin, pihak keluarga diminta tandatangani formulir Covid-19. Semua hal itu kemudian dibantah oleh Kepala RS Yasin, Kapten Dr Asep Sulaeman.
“Info dari mana? Ruang isolasi covid dan non covid dari awal serangan covid sudah terpisah. Pasien yang disebut tadi postif covid dan dari awal sudah dirawat di ruang isolasi. Jadi tidak benar adanya ada perawatan pasien covid dicampur dengan non covid. Mungkin salah pemahaman atau mungkin salah penyampaian” terangnya.
Tentang uang Rp12 juta yang harus dibayarkan pasien jika ingin keluar paksa dari RS Yasin Bone, dokter Asep tidak menanggapi.
“Ketemu di Rumah Sakit ya jelasnya” tutupnya. (eka)
Comment