MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Peluang tokoh pendidikan atau akademisi untuk maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 mendatang cukup besar. Potensinya sama dengan politisi maupun birokrat. Semuanya ditentukan dengan kerja politiknya.
Hal ini disampaikan penggiat politik dan ekonomi Sulsel, Ir Abdul Haris SE MSi, Kamis (25/8/2016). Kata dia, beberapa tokoh pendidikan atau akademisi yang menjadi kepala daerah cukup sukses. Termasuk di Kabupaten Bantaeng, Nurdin Abdullah menjadi bupati dua periode dengan segudang prestasi.
Selain Nurdin Abdullah, kata Abdul Haris, beberapa tokoh pendidikan seperti Moh Roem juga sukses memimpin Sinjai selama dua periode. Tak hanya itu, mantan Wali Kota Makassar periode 1999-2004 yang memiliki latar belakang akademisi dengan gelar doktor Ilmu Hukum.
“Selain kedua tokoh ini, kepala daerah yang berlatar belakang akademisi atau tokoh pendidikan yang sukses yakni Tandi Roma Andi Lolo. Ia adalah mantan Bupati Tana Toraja periode jabatan 1989-1995. Tokoh yang satu ini dijuluki sosok yang serba bisa karena kiprahnya bukan hanya di dunia akademisi tapi juga di bidang pemerintahan,” paparnya.
Tandi Roma Andi Lolo, jelas Firdaus, adalah alumni University of Queensland , Australia. Prestasinya sebagai dosen Teladan Nasional dan juga sebagai duta Indonesia di Festival Bunga Internasional di Amerika Serikat tahun 1991 yang membuat Indonesia mendapat piala Isabella Coleman Trophy karena dinilai kendaraan hias yang ditampilkan paling harmonis dan serasi penataannya.
Haris menjelaskan, untuk Pilwalkot Makassar, saat ini ada beberapa tokoh pendidikan yang layak diperhitungkan, pertama Andi Endre Cecep Lantara, Syamsu Niang dan Andi Mustaman. “Ketiga figur ini bukan hanya politisi, tapi juga tokoh pendidikan. Peran mereka dalam dunia pendidikan tak diragukan lagi,” ujarnya.
Andi Endre, jelas Haris, saat ini membina sekolah tinggi ilmu kesehatan, yakni Yampa. Sedang Syamsu Niang memiliki Yayasan Laniang yang mengelola sekolah dari tingkat dasar hingga atas. Sementara itu, Andi Mustaman membina perguruan tinggi dalam bidang ilmu ekonomi.
“Kepedulian Andi Mustaman dalam bidang ilmu pendidikan tak diragukan lagi. Setiap tahunnya puluhan masyarakat yang kurang mampu mendapatkan bantuan untuk melanjutkan pendidikan di kampusnya secara cuma-cuma. Ketiganya cukup berpotensi maju di Pilkada dan memimpin Makassar,” paparnya.
Sementara itu, dosen komunikasi politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Dr Firdaus Muhammad menjelaskan, saat ini Partai Politik banyak melakukan gerakan dengan berbagai riak. Tujuan untuk membangun kekuatan menjelang Pilkada.
“Setiap perhelatan politik, setiap figur harus siap dengan segala sesuatunya, termasuk biaya dan adanya dukungan dari bawah, yakni masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga
Comment