LUWU UTARA, BERITA-SULSEL.COM – Pemuda Pelopor Provinsi Sulawesi Selatan asal Kabupaten Luwu Utara, Ryan Adam, berhasil memukau Tim Fact Finding Pemuda Pelopor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), saat memaparkan tiga program kepeloporan yang ia lakukan di Kabupaten Luwu Utara, Selasa (6/9/2023), di Desa Munte Kecamatan Tanalili, Luwu Utara.
Dalam pemaparannya, Ryan Adam menyebutkan ada tiga program kepeloporan yang ia lakukan di Kabupaten Luwu Utara. Yang menarik, pada setiap program tersebut, Ryan tak sendiri. Ia juga melibatkan beberapa unsur terkait, seperti para pelajar, pemerintah desa, kecamatan dan kabupaten. Termasuk melibatkan kelompok pemuda dan masyarakat.
Tiga program dan kegiatan tersebut adalah: (1) Aksi Bersih-bersih dan Edukasi Sampah di Pasar Bonebone; (2) Penanaman 10.000 Bibit Mangrove di Pesisir Pantai Munte; dan (3) Transplantasi Terumbu Karang. Ketiga kegiatan ini telah berhasil memberikan dampak yang positif terhadap masyarakat pada sektor sumber daya alam, lingkungan dan pariwisata.
“Yang menjadi visi kami adalah mewujudkan tatanan kehidupan mutualisme. Di mana saya juga memiliki tiga misi, yaitu keseimbangan dengan melakukan kegiatan konservasi secara rutin, secukupnya dengan melakukan kegiatan edukasi pegelolaan SDA, serta saling menguntungkan dengan menggaungkan ekowisata bahari yang ada di Luwu Utara,” paparnya.
Untuk kegiatan bersih-bersih dan edukasi sampah di pasar Bonebone, ia mengungkapkan, salah satu motivasinya adalah adanya keluhan masyarakat tentang penumpukan sampah di Pasar Bonebone. Menurutnya, kesadaran masyarakat tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya masih kurang, sehingga dibutuhkan gerakan bersama untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan.
“Kegiatan ini kami laksanakan bersama para pelajar, pedagang, dinas lingkungan hidup, dan pemerintah setempat. Hasilnya adalah lingkungan pasar menjadi lebih bersih, asri, dan indah, sehingga aktivitas jual beli menjadi lebih nyaman. Dampaknya, mereka teredukasi dan termotivasi untuk dapat melakukan hal yang sama di lingkungan mereka,” jelas dia.
Kegiatan berikutnya yang dilakukan adalah penanaman 10.000 bibit mangrove di pesisir pantai Desa Munte. “Ini kita lakukan karena adanya kekhawatiran masyarakat karena setiap tahun pesisir pantai desa Munte selalu mengalami abrasi,” jelasnya, sembari menyebutkan beberapa pihak yang ikut terlibat, di antaranya pemda, TNI-AL, mahasiswa, dan karang taruna.
“Hasil dan dampak dari kegiatan ini adalah pesisir pantai Munte kembali lebih hijau, sehingga biota laut yang tadinya menjauh dari pesisir pantai itu kembali beranak pinak di akar pohon-pohon mangrove yang kami tanam. Dampaknya terhadap manusia adalah meminimalisir risiko abrasi pantai, serta dapat mencegah adanya potensi gelombang tsunami,” terangnya.
Yang berikut, lanjut dia, transplantasi terumbu karang di Teluk Bone Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. “Kegiatan ini kami lakukan karena adanya keresahan dari masyarakat terhadap kurangnya pendapatan mereka setiap hari. Juga karena adanya aktivitas ilegal fishing yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” papar Ryan Adam.
Ryan mengungkapkan bahwa beberapa kalangan merasa pesimis terhadap kegiatan ini. Namun semua ungkapan pesimisme tersebut tak terbukti. “Banyak yang beranggapan ini tak berhasil karena ini pertama kali kami lakukan,” ungkap dia.
“Adapun hasil yang didapatkan adalah biota laut berkumpul di transplantasi yang kita lakukan itu, sehingga pendapatan nelayan tangkap makin bertambah dan wisatawan makin banyak yang berdatangan di lokasi terumbu karang,” sambungnya. Akibatnya, kata dia, masyarakat makin mendapatkan keuntungan dari adanya kegiatan transplantasi terumbu karang tersebut.
Pemaparan Ryan Adam ini mendapat apresiasi Tim Fact Finding Pemuda Pelopor Kemenpora yang dipimpin Nia Suryana. “Pemaparannya cukup presentatif. Saya juga salut kepada adinda Ryan ini yang sudah menjadi pemuda pelopor di Indonesia,” kata Nia.
Diketahui Ryan adalah Pemuda Pelopor asal Luwu Utara yang mewakili Provinsi Sulsel bersama tiga pemuda pelopor lainnya di Sulsel. Ryan berhasil menjadi Pemuda Pelopor Terbaik Pertama di Sulsel. Ryan bergerak di Bidang Pengelolaan sumber daya alam, lingkungan dan pariwisata.
Diketahui pula bahwa kegiatan Fact Finding ini adalah salah satu tahapan dalam ajang Pemilihan Pemuda Pelopor di tingkat nasional. Ada sebanyak 60 finalis Pemuda Pelopor yang akan bersaing masuk 10 besar dari masing-masing kategori.
Comment