BONE, BERITA-SULSEL.COM – Kondisi Kampung Bajo, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang yang dipenuhi sampah hingga terlihat kumuh dengan padatnya pemukiman, kini jadi pusat perhatian Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman.
Saat memimpin bakti sosial Gerakan 3000 Karung Sampah di Kampung Bajo, Andi Asman sesekali singgahi rumah warga untuk berinteraksi. Melihat banyaknya anak-anak dan remaja yang ternyata tidak pernah mengenyam pendidikan, Andi Asman menyampaikan kepada Camat Tanete Riattang Barat, Andi Iqbal Walinono, agar mengusulkan anggaran pendirian sekolah.
“Itu kan ada earmarking pendidikan, jangan semua dilarikan ke sekolah formal, dirikan disini sekolah supaya anak-anak yang tidak sekolah bisa dididik, orangtuanya juga bisa belajar bagaimana meningkatkan ekonomi, bagaimana mendidik anak, bagaimana menjaga kebersihan lingkungan,” terang Andi Asman.
Bahkan untuk pendirian sekolah non formal tersebut, Andi Asman meminta Dandim 1407 Bone, Letkol Inf. Muhammad Idrus dan Kapolres Bone, AKBP Sugeng, ikut terlibat.
“Kalau perlu pak dandim juga ikut dirikan, pak kapolres juga, supaya bisa ini cepat ada sekolah non formal, supaya disini sudah tidak kumuh lagi,” tegas Andi Asman yang langsung disambut baik oleh Dandim 1407 Bone dan Kapolres Bone.
Meski telah dilakukan berkali-kali kerja bakti untuk membersihkan dan mengangkut sampah warga Kampung Bajo, kondisi lingkungannya tetap terlihat kumuh dan dipenuhi sampah. Hal ini tidak terlepas dari pola pikir warga yang tidak peduli akan kebersihan lingkungannya.
Solusi lain yang dipikirkan Bupati Bone adalah memindahkan warga Kampung Bajo dengan membangunkan rumah susun di sekitar Bajoe agar Kampung Bajo bisa ditata ulang dan menjadi destinasi wisata. (eka)
Comment