
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Manejemen PSM Makassar merelakan Muchlis Hadi Ning untuk bergaung dengan tim nasional Indonesia berlaga di Piala AFF 2016 menggantikan posisi Irfan Bachdim yang mengalami cedera sebelum bertolak ke di Manila, Filipina.
Jebolan Timnas U-19 sebenarnya bukan pilihan utama pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl yang lebih mengutamakan Ferinando Pahabol, tetapi pemain Persipura ini tidak dilepas oleh timnya.
Direktur PSM Makassar Sumirlan mengatakan, akan memberikan izin kepada Muchlis bergabung untuk berlaga di Piala AFF 2016. “Kami tentu menghormati kesepakatan bersama bahwa setiap klub diharuskan memberikan maksimal dua pemain ke Timnas. Apalagi ini Timnas, sebuah kewajiban bela negara,” ujar Sumirlan.
Kata dia, walupun berat pihaknya tetap lebih mengutamakan aksi bela negara kepada para pemainnya. Muchlis merupakan pemain kedua dari PSM yang dipanggil timnas Indonesia setelah Ferdinand Alfred Sinaga lebih dulu bergabung bersama tim asuhan Riedl.
“Artinya sudah dua pemain depan kami yang dipanggil. Padahal, dua pemain depan kami yang lain yakni penyerang asing (Luis Ricardo dos Santos) dan Maldini Pali juga absen sehingga empat pemain depan kami absen. Bahkan Titus Bonai turut diragukan tampil pada laga lanjutan nanti melawan Bhayangkara,” ungkap Sumirlan.
Sumirlan juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap manajemen Persipura dan Semen Padang yang enggan melepas pemainnya untuk bergabung di Timnas Indonesia. Pihaknya berharap adanya sikap tegas dari PSSI maupun operator Indonesian Soccer Championship (ISC), PT Gelora Trisula Semesta (GTS) yang melanggar kesepakatan.
Sekedar diketahui Semen Padang tidak memberikan izin kepada kiper utama mereka Jandia Eka Putra bergabung ke Timnas Indonesia. Begitu pula dengan Persipura yang juga melarang Ferinando Pahabol bergabung ke timnas.
Padahal, baru ada satu pemain yang diberikan Persipura ke timnas yaitu Boaz Solossa. Bahkan untuk SP, hanya nama Jandia yang dipanggil timnas. Lantaran tak diizinkan Persipura, Riedl akhirnya memanggil striker PSM, Muchlis Hadi Ning Syaifulloh.
“Seharusnya Pak Joko Driyono (Wakil Ketua Umum PSSI dan Direktur Utama PT GTS) tegas. Dia juga ikut dalam pertemuan klub-klub ISC soal Timnas. Sekarang kalau Persipura dan Semen Padang boleh melarang pemain mereka tanpa mengindahkan kesepakatan dan tidak dihukum, klub-klub lain bisa begitu juga dong,” tegas Sumirlan.
Comment