Makassar Jadi Tuan Rumah APEC 2026, Munafri Arifuddin Perkuat Diplomasi Kesehatan Anak Dunia

Makassar Jadi Tuan Rumah APEC 2026, Munafri Arifuddin Perkuat Diplomasi Kesehatan Anak Dunia

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Kota Makassar kembali mengukuhkan posisinya di kancah internasional. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, menyambut delegasi dari sembilan negara anggota Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) dalam ajang bergengsi Workshop on Managing Child Health for Healthcare Workforce.

Acara yang dirangkaikan dengan Gala Dinner di Baruga Anging Mamiri, Rabu (21/1/2026) malam ini, menjadi momentum penting bagi Makassar untuk menunjukkan komitmennya dalam isu kesehatan global, khususnya penurunan angka stunting dan kematian bayi.

Sinergi Makassar Menuju Visi MULIA

Dalam sambutannya, Wali Kota yang akrab disapa Appi ini menegaskan bahwa pertemuan internasional ini sejalan dengan visi “Makassar Menuju MULIA” (Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan). Menurutnya, kehadiran para ahli kesehatan dari lintas negara merupakan kesempatan strategis bagi tenaga kesehatan lokal.

“Kehadiran forum ini sangat penting untuk merumuskan langkah konkret dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta mengurangi prevalensi stunting. Kami ingin pembangunan kesehatan di Makassar berjalan adil, merata, dan berkelanjutan,” ujar Appi.

Ia berharap lokakarya ini menghasilkan rekomendasi aplikatif yang bisa langsung diimplementasikan pada layanan kesehatan di Puskesmas hingga rumah sakit rujukan di Makassar.

Investasi SDM: Landasan Ekonomi Kawasan

Senada dengan pemerintah kota, Wakil Menteri Kesehatan RI, Benyamin Paulus Octavianus, yang turut hadir menegaskan bahwa kesehatan anak adalah pilar utama pembangunan sumber daya manusia (SDM) masa depan.

“Investasi pada tenaga kesehatan melalui pendidikan dan teknologi adalah kunci. Anak yang sehat akan tumbuh menjadi generasi produktif yang mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Pasifik,” jelas Benyamin.

Data World Population Review menunjukkan tantangan besar bagi Indonesia, di mana angka kematian bayi (IMR) masih berada di angka 18,9 per 1.000 kelahiran hidup, jauh tertinggal dibanding Singapura (1,5 per 1.000). Ketimpangan inilah yang coba dipangkas melalui kolaborasi negara-negara APEC di Makassar.

Kolaborasi Lintas Negara

Workshop yang berlangsung pada 20–22 Januari 2026 ini diikuti oleh delegasi dari Brunei Darussalam, Jepang, Malaysia, Meksiko, Filipina, Chinese Taipei, Thailand, Vietnam, dan tuan rumah Indonesia.

Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dengan institusi internasional seperti WHO, UNICEF, dan Save the Children dalam acara ini akan memperkuat kapasitas perawat dan dokter di Makassar.

“Kami berkomitmen mendukung upaya kolaboratif ini demi menciptakan generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing global,” tutup Aliyah.


Comment