MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali menarik perhatian publik melalui rencana belanja tahunan. Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP), instansi ini mengalokasikan anggaran fantastis sebesar Rp2,55 miliar untuk pengadaan pakaian dinas pimpinan dan anggota dewan pada tahun anggaran 2026.
Dana yang bersumber dari APBD Sulsel tersebut mencakup lima jenis pakaian dinas bagi 85 wakil rakyat. Menariknya, kategori Baju Adat Daerah mendominasi komposisi anggaran dengan angka yang cukup mencolok. Untuk satu jenis pakaian ini saja, pemerintah menggelontorkan dana hingga Rp1,12 miliar. Jika kita membaginya secara rata, maka satu set baju adat per anggota dewan menelan biaya sekitar Rp13,2 juta.
Detail Spesifikasi Mewah dan Material Premium
Besarnya nilai anggaran untuk pakaian adat bukan tanpa alasan. Sekretariat DPRD Sulsel mencantumkan spesifikasi material premium dalam dokumen pengadaan tersebut. Para legislator nantinya akan mengenakan busana berbahan sarung sutera asli dan songkok recca tembaga.
Selain itu, bagi anggota dewan perempuan, busana mereka akan mendapat sentuhan mewah berupa payet tabur mutiara. Kelengkapan lainnya pun tidak main-main, karena anggaran tersebut sudah mencakup bando, kalung, gelang, hingga anting. Oleh karena itu, item ini menjadi belanja pakaian dengan nilai paling fantastis sepanjang tahun anggaran 2026.
Skema Pengadaan dan Transparansi
Meskipun menyedot dana miliaran rupiah, Sekretariat DPRD memastikan proses pemilihan penyedia berlangsung secara akuntabel. Pihak Sekretariat memilih metode E-Purchasing melalui katalog elektronik. Langkah ini bertujuan agar proses belanja barang lebih transparan dan dapat terpantau oleh publik.
Selanjutnya, jadwal pemilihan penyedia akan terlaksana pada April 2026. Setelah mendapatkan vendor yang sesuai, pelaksanaan kontrak akan segera menyusul agar para anggota dewan dapat mulai menggunakan pakaian tersebut pada Mei hingga Desember 2026. Meskipun nilai proyek ini besar, dokumen resmi menunjukkan bahwa pengadaan ini memberikan prioritas penuh pada penggunaan produk dalam negeri guna mendukung industri tekstil lokal.
Respons Sekretariat DPRD Sulsel
Sekretaris Dewan Provinsi Sulawesi Selatan, M. Jabir, memberikan tanggapan singkat terkait kabar ini. Namun, ia mengaku tidak mengingat secara detail angka pasti dari setiap item pengadaan tersebut.
“Saya tidak hafal jumlahnya. Tapi memang ada anggarannya,” ujar M. Jabir melalui pesan singkat WhatsApp, Senin (20/4/2026).
Masyarakat kini berharap agar fasilitas mewah ini berbanding lurus dengan produktivitas para wakil rakyat. Mengingat dana tersebut berasal dari rakyat, publik tentu menuntut peningkatan kinerja dalam fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran untuk kemajuan Sulawesi Selatan.
Rincian Peruntukan Anggaran Pakaian Dinas DPRD Sulsel 2026
Berikut adalah rincian lengkap setiap paket anggaran yang terbagi ke dalam lima kategori utama:
| No | Kategori Pakaian | Nilai Pagu Anggaran | Perkiraan per Orang (85 Anggota) | Kode RUP |
| 1 | Pakaian Adat Daerah | Rp1.122.383.000 | Rp13.204.500 | 63103441 |
| 2 | Pakaian Sipil Lengkap (PSL) | Rp451.008.000 | Rp5.305.000 | 63103440 |
| 3 | Pakaian Sipil Harian (PSH) | Rp425.000.000 | Rp5.000.000 | 63103439 |
| 4 | Pakaian Sipil Resmi (PSR) | Rp297.500.000 | Rp3.500.000 | 63103443 |
| 5 | Pakaian Dinas Harian (PDH) | Rp255.000.000 | Rp3.000.000 | 63103442 |
| Total Keseluruhan | Rp2.550.891.000 | Rp30.009.000 | – |
Data Pendukung Pengadaan:
-
Sumber Dana: APBD Provinsi Sulawesi Selatan TA 2026.
-
Lokasi Pekerjaan: Kantor DPRD Sulsel, Jl. AP Pettarani No. 90, Makassar.
-
Metode: E-Purchasing (Produk Dalam Negeri/Usaha Kecil).
Comment