Munafri Ancam Copot Kepsek yang Nekat Pungut Biaya Perpisahan

Munafri Ancam Copot Kepsek yang Nekat Pungut Biaya Perpisahan

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengeluarkan ultimatum keras kepada seluruh jajaran pendidikan di Kota Makassar. Ia melarang keras pihak sekolah membebani orang tua siswa dengan biaya acara perpisahan atau penamatan yang menguras kantong.

Munafri menegaskan bahwa sekolah negeri tidak boleh menggelar acara di luar lingkungan sekolah jika harus memungut iuran. Menurutnya, kebijakan ini memperkuat surat edaran resmi Dinas Pendidikan yang sudah berlaku sebelumnya.

“Jangan paksakan menggelar kegiatan penamatan kalau sekolah tidak punya anggaran. Intinya, jangan memberatkan orang tua siswa,” tegas Munafri dengan nada bicara yang serius, Selasa (21/4/2026).

Sanksi Pencopotan Jabatan

Wali Kota yang akrab di sapa Appi ini juga memperingatkan para Kepala Sekolah agar tidak “bermain api”. Pasalnya, Pemerintah Kota Makassar tengah melakukan proses rotasi kepemimpinan sekolah. Ia memastikan jabatan kepala sekolah menjadi taruhan bagi mereka yang tetap membandel.

“Jangan sampai karena urusan seremonial perpisahan, jabatan justru melayang. Saya bisa saja mencopot mereka yang tidak patuh terhadap aturan ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, Munafri menjelaskan bahwa kondisi ekonomi masyarakat saat ini sangat beragam. Ia tidak ingin ada siswa yang merasa minder atau terpinggirkan hanya karena orang tua mereka tidak mampu membayar iuran perpisahan.

Pengawasan Ketat Dinas Pendidikan

Meskipun demikian, Pemerintah Kota tetap memberikan pengecualian kecil. Sekolah boleh melaksanakan acara jika ada pihak ketiga yang menanggung seluruh biaya secara gratis. Namun, jika ada unsur urunan iuran sekecil apa pun, maka kegiatan tersebut wajib dibatalkan.

Selanjutnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar akan melakukan pengawasan ketat di lapangan untuk menutup celah pungutan liar. Munafri meminta Disdik mengontrol setiap sekolah agar tidak menggunakan berbagai dalih seperti “uang ramah tamah” untuk mengakali aturan.

Terakhir, peringatan ini juga berlaku bagi sekolah swasta. Pemerintah Kota akan berkoordinasi dengan pihak yayasan agar mereka tetap menghormati kebijakan yang pro-rakyat ini. Munafri berharap dunia pendidikan di Makassar tetap fokus pada kualitas belajar mengajar, bukan pada kegiatan seremonial yang menambah beban ekonomi warga.


Comment