ads

Aspal ‘Timbun’ Paving Block di Jl HM Yasin Limpo, Proyek Rp430 Miliar Menuai Sorotan

Aspal Timbun Paving di Jalan HM Yasin Limpo Gowa, Warga Soroti Kualitas Proyek MYP Sulsel 2026

Pemicunya adalah pola pengaspalan yang dilakukan di atas jalan yang sebelumnya beralaskan paving block. Pantauan di lapangan menunjukkan, aspal dihamparkan langsung menutupi paving block tanpa adanya proses pengupasan material lama terlebih dahulu.

“Logikanya kalau mau diaspal, paving-nya dikupas dulu supaya pondasinya rata dan aspalnya menyatu. Kalau hanya ditimbun begini, kekuatannya dipertanyakan, takutnya tidak berumur panjang,” ujar Yakub, seorang warga yang kerap melintas di jalur tersebut.

Respon Dinas Bina Marga Sulsel

Menanggapi polemik tersebut, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Ihsan angkat bicara. Ia menyatakan akan segera menurunkan tim untuk melakukan pengecekan langsung di titik yang dimaksud.

Andi Ihsan menegaskan komitmennya terhadap kualitas infrastruktur. Jika ditemukan adanya ketidaksesuaian prosedur oleh rekanan, pihaknya tidak segan untuk memerintahkan perbaikan ulang.

“Kami akan cek langsung ke lokasi. Jika memang ditemukan tidak sesuai dengan spesifikasi atau prosedur yang seharusnya, tentu akan segera kami instruksikan untuk dibenahi,” tegas Andi Ihsan saat dikonfirmasi.

Ia juga menjelaskan bahwa proyek ini bersifat jangka panjang dengan pengawasan yang ketat hingga tuntas. “Perlu dipahami, ini adalah proyek yang berjalan dari tahun 2025 sampai 2027,” tambahnya.

Mengenal Proyek Strategis MYC 2025–2027

Pekerjaan di Jalan HM Yasin Limpo ini merupakan bagian dari Paket 1 Preservasi Jalan Multiyears Contract (MYC) 2025–2027. Proyek raksasa ini dikerjakan oleh KSO Permata – Tri Star – Kharisma dengan nilai kontrak fantastis mencapai Rp430,7 miliar.

Secara total, Paket 1 ini mencakup penanganan jalan sepanjang 300,24 km yang melintasi wilayah Makassar dan Gowa. Di sisi lain, Pemprov Sulsel juga tengah menggenjot Paket 2 (Preservasi Jalan Makassar–Gowa–Takalar) dengan anggaran sebesar Rp274 miliar.

Data per April 2026 menunjukkan progres pengerjaan di 10 titik strategis telah menyentuh angka 26 persen. Meski progres terus berjalan, pengawasan dari masyarakat menjadi krusial agar anggaran negara yang bernilai ratusan miliar tersebut benar-benar menghasilkan kualitas jalan yang tahan lama bagi masyarakat Sulawesi Selatan.


Comment