BONE, BERITA-SULSEL.COM— Lahir 27 April 1968, Andi Amran Sulaiman menjadi salah satu tokoh nasional yang kini berperan penting bagi dunia pertanian. Mendapat amanah sebagai Menteri Pertanian RI untuk kedua kalinya, menunjukkan sosok Andi Amran Sulaiman bukanlah orang biasa, melainkan figur yang berpengalaman dan berintegritas.
Terlahir dari keluarga yang sangat sederhana, menjadikan Andi Amran sosok yang peka dengan sesama dan kerap menunjukkan kedermawanannya. Seperti hari ini, Senin (11/5/26), di tengah terik matahari bersama putra sulungnya yang merupakan anggota DPR RI, Andi Amar, keduanya berbaur dengan warga Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur.
Ribuan paket sembako diserahkan, juga santunan Rp50 juta untuk keluarga anak yang meninggal dunia akibat banjir. Tak hanya itu, bantuan berupa uang senilai Rp9 miliar juga diserahkan. Seperti biasa, Andi Amran kembali membagikan uang tunai kepada sejumlah anak yatim piatu, dhuafa serta janda-janda tua yang hadir di lokasi bantuan.
“Anak yatim, dhuafa, orang miskin, itu kalau kita bisa bantu, bantulah,” pesannya.
Diakhir, Andi Amran sebagai Menteri Pertanian kembali mengungkap kondisi saat ini dimana petani bisa bernafas lega karena murahnya harga pupuk dan ditambah lagi dengan mahalnya harga gabah.
“Petani mana, sekarang harga pupuk murah kan, belum pernah terjadi sebelumnya seperti ini. Gabah juga sekarang mahal,” ujarnya.
Selain didampingi putranya, Andi Amran juga didampingi kedua adik kandungnya yakni Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman serta Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman. Bantuan yang diserahkan akan dibagikan dan dikoordinir langsung oleh aparat pemerintah setempat. (eka)
Comment