MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Perubahan cuaca yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir menjadi perhatian tersendiri bagi kalangan tenaga kesehatan. Kondisi panas terik yang tiba-tiba berganti hujan, meningkatnya kelembapan udara, serta perubahan suhu yang cukup ekstrem dapat memengaruhi daya tahan tubuh dan meningkatkan risiko berbagai penyakit musiman.
Praktisi kesehatan yang dikenal dengan nama Dokter Koboi, dr. Wachyudi Muchsin, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh musim pancaroba.
Menurutnya, periode peralihan musim sering kali menjadi waktu meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan, flu, batuk, demam, hingga gangguan pencernaan akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh.
“Musim pancaroba adalah masa adaptasi bagi tubuh. Ketika cuaca berubah secara cepat, tubuh bekerja lebih keras untuk menyesuaikan diri. Jika daya tahan tubuh lemah, berbagai penyakit akan lebih mudah menyerang,” ujar Dokter Koboi, Minggu.
Ia menjelaskan bahwa langkah pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan pengobatan. Karena itu, masyarakat dianjurkan untuk menjaga pola makan bergizi seimbang dengan memperbanyak konsumsi buah, sayuran, protein, serta memperhatikan kecukupan cairan tubuh. Selain itu, aktivitas fisik secara teratur dan istirahat yang cukup menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan.
Menurut Dokter Koboi, tidur selama 7 hingga 9 jam setiap malam membantu tubuh melakukan regenerasi sel dan memperkuat sistem imun.
Sementara olahraga ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, atau senam selama minimal 30 menit per hari dapat meningkatkan kebugaran dan memperbaiki metabolisme tubuh.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan menggunakan sabun, mengonsumsi makanan yang higienis, menggunakan masker saat berada di lingkungan berdebu, serta menjaga kebersihan rumah dapat membantu mencegah penularan berbagai penyakit yang sering meningkat saat musim pancaroba.
“Jangan menunggu sakit untuk mulai peduli pada kesehatan. Tubuh yang sehat dibangun dari kebiasaan baik yang dilakukan setiap hari. Makan sehat, cukup minum, rajin bergerak, dan tidur yang cukup adalah investasi kesehatan yang nilainya jauh lebih besar daripada biaya pengobatan,” katanya.
Dokter Koboi menambahkan bahwa menjaga kesehatan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bentuk tanggung jawab kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Dengan daya tahan tubuh yang baik, masyarakat dapat tetap produktif, beraktivitas dengan nyaman, dan terhindar dari berbagai penyakit yang kerap muncul di musim pancaroba.
“Cuaca boleh berubah-ubah, tetapi komitmen kita menjaga kesehatan harus tetap konsisten. Imun yang kuat adalah benteng pertama dan terbaik untuk menghadapi musim pancaroba,” tutup Dokter Koboi.
Comment