Bukan Pangan Kalau Tidak Aman! BPOM Turun Tangan Sidak Makanan Bergizi Gratis di Mataram

Kepala BPOM Taruna Ikrar saat meninjau langsung kebersihan dapur di SPPG Mataram.

MATARAM, BERITA-SULSEL.COM — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., turun langsung mengawal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Barat pada Jumat (9/10/2026). Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen BPOM dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Taruna Ikrar menegaskan bahwa negara bertanggung jawab penuh atas keamanan makanan yang anak-anak Indonesia konsumsi. Menurutnya, makanan yang bergizi tinggi akan sia-sia jika tidak aman untuk kesehatan.

“Bukan pangan kalau tidak aman,” ujar Taruna Ikrar saat memberikan arahan di lapangan.

Dalam kunjungan kerja ini, tim gabungan BPOM Pusat dan Balai Besar POM di Mataram memeriksa dua fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara paralel.

Fasilitas pertama yang menjadi sasaran pengawasan adalah SPPG Lombok Barat Batulayar 2 di Jalan Raya Senggigi. Dapur ini mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan telah melayani masyarakat sejak 24 Januari 2026.

Sementara itu, tim BPOM juga memeriksa SPPG Kota Mataram Rembiga 2 yang berlokasi di kawasan eks Bandara Selaparang. Fasilitas ini beroperasi sejak 27 Oktober 2025 dan sudah memiliki sertifikasi serupa.

Meskipun kedua dapur produksi telah memegang sertifikat laik higiene, BPOM tetap menjalankan pengawasan rutin. Pasalnya, pengelola SPPG harus menerapkan standar keamanan pangan secara konsisten setiap hari.

Petugas memeriksa ketat seluruh titik kritis pengolahan makanan. Pemeriksaan tersebut mencakup kualitas bahan baku, kebersihan dapur, kebersihan petugas penjamah makanan, hingga kontrol suhu dan kualitas air. Selain itu, petugas juga memantau proses penyimpanan serta distribusi makanan ke para siswa.

Langkah preventif ini sangat krusial karena pengelola memasak makanan dalam jumlah besar. Oleh sebab itu, tim pengawas mengatur waktu pengolahan dan distribusi secara presisi guna mencegah risiko keracunan makanan.

Taruna Ikrar kembali menekankan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya bergantung pada banyaknya jumlah penerima manfaat. Keamanan setiap porsi makanan yang sampai ke tangan anak-anak menjadi kunci utama keberhasilan program prioritas presiden tersebut.


Comment