
BERITA-SULSEL.COM – Presiden Amerika Serikat terpilih Donald Trump menyerukan agar amerika Serikat memperkuat kemampuan nuklirnya.
Pernyataan itu dibuat Trump melalui akun twitter resminya tak lama setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengataan bahwa Rusia perlu meningkatkan potensi nuklir militernya.
Menurut Asosiasi Kontrol senjata, Amerika Serikat saat ini memiliki 7.100 senjata nuklir dan Rusia 7.300 senjata nuklir.
Beberapa jam kemudian, Jason Miller, manajer komunikasi untuk tim transisi Trump, menjelaskan bahwa pernyataan Trump itu mengacu pada ancaman proliferasi nuklir dan kebutuhan penting untuk mencegahnya.
Miller juga menambahkan bahwa presiden terpilih menekankan perlunya untuk meningkatkan dan memodernisasi kemampuan jera sebagai cara penting untuk mengejar perdamaian melalui kekuatan
Kicauan Trump dibuat beberapa jam setelah Putin bertemu dengan penasihat militer untuk meninjau kegiatan militer Rusia pada tahun 2016 mendatang.
“Kita perlu memperkuat potensi militer kekuatan nuklir strategis, terutama dengan kompleks rudal yang dipercaya bisa menembus apapun sistem pertahanan rudal yang ada dan prospektif,” kata Putin.
Putin juga menegaskan bahwa Rusia harus hati-hati memantau setiap perubahan keseimbangan kekuatan dan dalam situasi politik-militer di dunia, terutama di sepanjang perbatasan Rusia.
Trump sendiri semasa kampanye lalu kerap menyebut bahwa poliferasi nuklir merupakan salah satu masalah terbesar yang saat ini dihadapi dunia. Namun ia menekankan bahwa ia tidak bisa mengesampingkan penggunaan senjata nuklir. (rmol)
Comment