
BONE, BERITA-SULSEL.COM – Mengaku mendapat ancaman dari pihak Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank BTN Watampone, Multazam berniat melaporkan secara resmi hal tersebut ke Polres Bone karena sebelumnya sudah memasukkan delik aduan ke Polda Makassar.
Pengancaman tersebut berawal dari permintaan klarifikasi Multazam terhadap KCP Bank BTN yang tiba-tiba memberhentikan dia sebagai pihak yang memegang dan menandatangani rekening giro karena saat itu Multazam selaku Direktur Operasional PT Adfira Achsan Reski yang bergerak dibidang property.
Baca Juga : Selamat dari Maut, Anak Dibawah Umur jadi Saksi Pembunuhan Ibu dan Adiknya di Bone
Dugaan pengancaman tersebut diterima melalui telepon pada 5 November 2016 lalu, sekitar pukul 12.55 wita dari seseorang yang mengaku sebagai pengacara pribadi Kepala Cabang Bank BTN, H Nurhadi.
Pengacara, Erwin SH mengatakan agar Multazam tak mempertanyakan soal pemberhentiannya sebagai pemegang rekening giro perusahaan. Di hari yang sama, seseorang yang mengaku orang dekat Nurhadi kembali menelpon dengan mengeluarkan kata kasar dan bernada mengancam Multazam.
Baca Juga : Hanya Berselang Sejam, Polisi Bekuk Pelaku Penikaman Ayah Satu Anak di Bone
“Orang itu mengaku orang dekat Kacab BTN, dia keluarkan makian dan ancam supaya saya tidak permasalahkan lagi pemberhentianku sebagai pemegang rekening giro” ungkap Multazam.
Kantor PT Adfira Achsan Reski yang berkantor di Bukit Baruga Makassar sampai saat ini menurut Multazam juga belum memberikan alasan yang jelas terkait penggantian namanya di rekening giro.
baca Juga : Diduga Dendam Lama, Ayah Satu Anak Meregang Nyawa di Bone
“Terakhir saya cek Januari 2015 tapi tidak bisa karena ternyata bukan nama saya lagi di rekening giro, tapi itu nanti saya urus juga dengan perusahaan, yang saya persoalkan disini kenapa pihak Bank mengancam saya sebagai nasabah padahal saya hanya minta klarifikasi.
Multazam kemudian memberikan nomor Handphone orang yang mengancamnya, namun saat dihubungi, pemilik nomor tersebut justru marah dan menjawab ketus.
“Jangan sembarang, sok misscall kamu, nelpon trus bicara ngawur lagi” ketusnya. (Eka)
Comment