MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Satu lagi karya sineas Kota Makassar yang akan tayang di layar lebar nasional. Mengangkat cerita dari budaya Bugis Makassar, Art2Tonic atau Paramedia telah siap menayangkan karyanya dengan judul Film Silariang.
Film Silariang atau Menggapai Keabadian Cinta yang ditulis dan disutradarai oleh Syahrir Arsyad (Rere Art2tonic) mengangkat potensi budaya lokal akan ditayangkan secara nasional pada 2 Maret 2017 mendatang di 19 kota besar di Indonesia.
Film bermuatan buadaya Bugis-Makassar ini dapat disaksikan di sejumlah bioskop kenamaan tanah air, seperti Studio 21, XXI, Cinemaxx dan Cinemas di Kota Jakarta, Palu Kendari, Bau-Bau, Makassar, Gorontalo, Bogor, Tanggerang, Manado, Bekasi , Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Kupang, Pekanbaru, Samarinda, Balipapan, Batam dan Medan.
https://www.instagram.com/p/BQ5NT3UlHpn/
Sutradara film Sliariang, Rere Art2Tonic, sebelumnya mengatakan bahwa tiket film Silariang dijual lebih awal, yakni sejak Kamis (23/2/2017) kemarin. Adapun presale hanya untuk 4000 tiket di lima bioskop di Makassar.
“Silariang yang diambil dari Bahasa Makassar yang artinya kawin lari ini, mencoba menjelaskan kepada masyarakat umum tentang konsep dan budaya ‘siri’ bagi masyarakat Bugis – Makassar,” katanya. Makna Siri di sini berhubungan dengan harga diri atau harkat dan martabat pribadi dan keluarga.
Rere ini mengatakan, penegakkan komitmen dan harga diri menjadi hal utama di kalangan Bugis-Makassar. Hal itulah yang kemudian diangkat dalam mengusung film Silariang dengan tujuan masyarakat dapat mengambil pelajaran positif dari cerita itu.
https://www.instagram.com/p/BQ9XYMXlwqH/
Pemeran utama yakni Cia (Dinda Surbakti) dan Ali (Jeyhan Kler) menjadi kunci cerita dari sepasangan sejoli yang harus menghadapi jalan terjal dalam menggapai cinta mereka. Remuk, rapuh mempertahankan kisah kasih yang dipenuhi cerita dendam masa silam.
Selain itu, tokoh-tokoh pendukung seperti Ika KDI dan Zulkifli Gani Otto, mantan Ketua PWI Sulsel tak kalah pentingnya dalam menghidupkan cerita balada itu. Dialek bahasa daerah yang masih kental, juga dukungan setting film ini akan membuat penonton merasa dekat dan lebih memahami budaya Bugis – Makassar.
Jadi tunggu apalagi, silahkan langsung pesan tiketnya di sejumlah biokop di Kota Makassar. Jangan sampai kehabisan.
Comment