
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (STIKPER) Gunung Sari Makasar saat ini telah menjalin kerja sama dengan puluhan rumah sakit dan puskesmas di Sulsel. Hal ini bertujuan meningkatkan wawasan peserta didiknya dalam biding ilmu kesehatan.
Ketua STIKPER Gunung Sari Makassar, Dr Pius Nalang, M.Kes mengatakan, sedikitnya ada sepuluh rumah sakit maupun puskesmas sejak 2014 sampai sekarang telah menjalin kerjasama dengan pihaknya.
“Ada 10 rumah sakit yang selama ini telah menjalin kerjasama dengan STIKPER Gunung Sari seperti RSU Labuang Baji Makassar (2016-2019), RS Polamonia, RS Islam Faisal (2016-2021), RS Bhayangkara (2016-2018), RSU Haji Makassar (2014-2017), RS Khusus Daerah Provinsi Sulsel (2015-2017), RSU Daya Makassar, RS Ibnu Sina dan Klinik Kesehatan Mental Avicena (2016-2021),” ucapnya saat ditemui di kampusnya, Jalan Sultan Alauddin, Rabu (21/6/2017).
Sementara rumah sakit di luar Makassar yakni RSUD H. Padjonga Daeng Ngalle di Kabupaten Takalar (2015-2018), Puskesmas Aeng Toa Takalar (2016-2021). Tak hanya itu, ada juga diluar Sulsel seperti RS Bali Med Denpasar.
Rumah Sakit Bali ini adalah rumah sakit berkelas internasional. Separuh pasien yang dirawat di rumah sakit ini adalah orang-orang barat.
“Dalam pengembangan wawasan mahasiswa maupun dosen, kerjasama yang dibangun ini bukan saja rumah sakit tetapi institusi perguruan tinggi diluar negeri seperti di Philipina, yakni Emilio Aguinaldo Collage. Kerjasama yang dibagun dibidang penelitian, pengabdian dan pendidikan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Perpustkaan STIKPER Gunung Sari Makassar, Ramadayanti, S.Ip, M.Hum menjelaskan, untuk mendorong peningkatan kualitas mahasiswa, pihaknya juga saat ini mengoleksi 2.272 judul buku terkait keperawatan.
Perpustakaan STIKPER Gunung Sari juga sudah melakukan kerjasama dengan perpustakaan perguruan tinggi lainnya, diantaranya UIN, Stikes Mega Rezky, GIA, Akper/Akbid Pelamonia dan lainnya.
“Sekarang ini sistem pelayanan di perpustakaan khususnya di STIKPER. Sangat mudah diakses melalu online. Buku yang dibutuhkan di perpustkaan bisa langsung di cek di sentral informasi yang tersedia di perpustkaan, tinggal memasukkan pin yang ada,”tambah Ramadayanti. (*)
Comment