Kegemukan Bisa Picu Kanker Payudara, Ovarium dan Endometrium

Nawirah Hasan

Oleh ; Nawirah Hasan
Mahasiswi Kesmas FKM UMI

KEGEMUKAN atau obesitas adalah suatu kondisi medis berupa kelebihan lemak tubuh yang terakumulasi sedemikian rupa sehingga menimbulkan dampak merugikan bagi kesehatan, yang kemudian menurunkan harapan hidup dan meningkatkan masalah kesehatan.

Seseorang dianggap menderita kegemukan (obese) bila Indeks Massa Tubuh (IMT), yaitu ukuran yang diperoleh dari hasil pembagian berat badan dalam kilogram dengan kuadrat tinggi badan dalam meter, lebih dari 30 kg/m2.

Kegemukan adalah penyebab kematian yang dapat dicegah paling utama di dunia, dengan prevalensi pada orang dewasa dan anak yang semakin meningkat, sehingga pihak berwenang menganggap kegemukan sebagai salah satu masalah kesehatan masyarakat paling serius pada abad 21.

Kegemukan umumnya merupakan stigma di dunia modern, meskipun pada suatu waktu dalam sejarah, kegemukan secara luas dianggap sebagai simbol kekayaan dan kesuburan, dan masih dianggap demikian di beberapa bagian di dunia hingga sekarang.

Tubuh gemuk bukan hanya membuat badan berat. Sudah banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa kegemukan berisiko memicu penyakit jantung, kolesterol dan diabetes. Tapi belum banyak yang tahu kalau kegemukan juga meningkatkan risiko kanker.

Analisis data tahun 2016 dari International Agency for Research on Cancer mengungkapkan, kelebihan berat badan atau kegemukan meningkatkan risiko 13 macam kanker, termasuk kanker payudara, kanker endometrium dan kanker ovarium pada wanita.

– Kanker Payudara

Menurut National Cancer Institute, kelebihan berat badan bisa meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita, khususnya setelah menopause. Wanita yang sudah menopause dan kegemukan bisa meningkatkan risiko kanker payudara 20-40 persen dibanding wanita dengan berat badan ideal. Karena kelebihan lemak bisa berarti kelebihan estrogen, dan kelebihan estrogen bisa memicu kanker payudara.

– Kanker Endometrium

Endometrium adalah lapisan terdalam pada rahim dan tempat menempelnya sel telur yang telah dibuahi. Wanita kelebihan berat badan berisiko 2 hingga 4 kali lebih besar dibandingkan wanita berat badan ideal. Berdasarkan National Cancer Institute, sel-sel dibagian ini bisa menjadi ganas dan menyebabkan kanker. Dipicu oleh estrogen yang diproduksi berlebihan oleh jaringan lemak, atau karena resistensi insulin.

– Kanker Ovarium

Kanker ovarium lebih banyak ditemukan pada wanita yang kegemukan dibanding wanita ideal. National Cancer Institute mengungkapkan, kelebihan 5 persen hitungan BMI bisa meningkatkan 10 persen risiko kanker ovarium. Seperti kanker payudara dan endometrium, risiko kanker ovarium juga dipicu kelebihan estrogen dan jaringan lemak tubuh. Masalah hormonal dan metabolisme ini jadi faktor pemicu yang tak bisa diabaikan.

Pencegahan risiko kanker tidak semudah menurunkan berat badan maka risikonya jadi turun. Orang perlu menjaga pola hidup sehat secara teratur dan terus menerus untuk menurunkan risikonya. Jadi ladies, jaga pola makan dan jaga berat badan ideal ya agar risiko kanker semakin kecil.


Comment