
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Wilayah serta Dewan Pimpinan Daerah Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) se Sulsel menggelar pertemuan internal disalah satu hotel di Makassar, Minggu (24/9/2017).
Pertemuan tersebut untuk melakukan rapat konsolidasi mengenai masalah yang dihadapi bangsa Indonesia, termasuk masalah sosial di masyarakat, khususnya di Sulawesi Selatan.
Gubernur LIRA Sulsel, Ryan Latief mengatakan, membangun bangsa dengan semangat nasionalisme dan patriotesme menjadi tujuan utama yang harus dilakukan saat ini.
“Saat ini, kondisi kebangsaan semakin terkikis oleh sistem yang sudah sangat liberalisme dan kapitalisme. Semakin meninggalkan semangat Pancasila dan UUD 45,” ujarnya.
Kata dia, disisi lain, LIRA hadir sebagai corong pengingat agar tetap waspada atas ancaman kebangkitan komunisme di negeri ini.
“Intinya LIRA hadir menjadi solusi persoalan kebangsaan saat ini,” terangnya.
Ryan juga menegaskan, LIRA akan bersinergi mengawasi dan tetap kritis produktif terhadap roda pemerintahan dari pusat hingga ketingkat paling renda, yakni kelurahan.
Sementara itu, Presiden LIRA, M. Jusuf Rizal yang menghadiri rapat konsolidasi tersebut mengatakan, saat ini Mendagri telah menandatangani berkas kepengurusan LIRA yang baru di pusat.
Hal tersebut itu diajukan seseorang yang mengaku sebagai pengurus LIA, namun hal itu ilegal.
“Saat itu saya kaget. Kok ada kepengurusan LIRA yang baru, sementara hal itu tidak pernah direkomendasikan petinggi dan pendiri,” ungkapnya.
Yusuf Rizal menjelaskan, setelah ditelusuri semua berkas yang diajukan ke Kemendagri semua tanda tangan saya dipalsukan, dengan cepat kami menarik serta membatalkannya,” paparnya. (*)
Comment