Ketua HMJ FDK UINAM, Kuliah Sambil Berorganisasi dan Bisnis

Laporan : Itma’Annah .S dan Suci Permatasari
Mahasiswi KPI FDK UINAM

Irfan Suryadi

BERITA-SULSEL.COM – Irfan Suryadi, mahasiswa kelahiran Makassar 24 April 1996 ini awalnya tidak berencana untuk melanjutkan pendidikan di dunia kampus setelah lulus dari SMAN 1 Bontonompo.

Irfan lebih tertarik untuk berbisnis dan bisa menghasilkan uang. Akan tetapi, setelah terbesit betapa pentingnya pendidikan dan mendapat dorongan dari orang-orang terdekat.

Akhirnya Irfan melanjutkan pendidikan di UIN Alauddin Makassar dan mengambil jurusan Kesejahteraan Sosial.

Mengenai organisasinya, sejak menjalani pendidikan formal di SD Inpres Pamadongan dilanjutkan di SMPN 2 Bontonompo Selatan Gowa.

Saat ini berstatus sebagai mahasiswa ia sudah aktif di ekstakulikuler, Pramuka dan berbagai ekstrakulikuler lainnya.

Sebagai bukti keaktifannya di organisasi, saat ini Irfan menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Kesejahteraan Sosial.

Ia memberanikan diri menjadi ketua HMJ karena ingin memperlihatkan bagaimana kelembagaan yang sebenarnya dan membuktikan bahwa ia mampu memperbaiki nama jurusan.

Irfan mengemukakan alasannya memilih Kesejahteraan Sosial sebagai pendidikan S1. Menurutnya, “jurusan ini sangat menantang dan berbeda dari jurusan lainnya. Kita diajarkan bagaimana bersikap sosial yang sebenarnya,”ujarnya.

Seiring menjalankan aktivitas sebagai mahasiswa, tentunya Irfan tidak lupa untuk melanjutkan ketertarikannya di dunia bisnis.

Pada tahun 2015, Irfan membuka usaha Clothing dengan brand “After Dark”. Tujuan utama usaha ini untuk membatu penghasilan orang tuanya.

Ia juga memiliki harapan bisa membantu orang yang kurang mampu baik dari segi makanan maupun dari segi pakaian.

Hal ini menunjukkan bahwa berstatus sebagai mahasiswa tidak membatasi pergerakan yang berpeluang untuk bergelut di dunia bisnis.

Saat ditanya mengenai langkah selanjutnya, setelah S1 ia berencana untuk fokus pada usaha yang ia rintis. “Sambil fokus di usaha ini, saya rencara cari-cari beasiswa sambil cari kerja tambahan juga,” jelasnya.

Menjalani semua itu tentu bukan hal yang mudah, tapi lain dengan Irfan, menjalani kehidupannya sesuai dengan apa yang diinginkan jika itu baik, pasti akan dilakukan.

“Untuk apa saya lakukan hal yang tidak berguna, nongkrong-nongkrong misalnya, itukan kosong tidak bisa menghasilkan,” tegas Irfan. (*)


Comment