MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Profesi Ners Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI) kembali menggelar praktek hari kedua.
Praktek yang dilaksankan selama dua hari dari sejak tanggal 21 hingga 22 Desember 2017 dilaksanakan di Rumah Sakit (RS) Syekh Yusuf dan diikuti sebanyak 10 orang mahasiswa Ners FKM UMI.
Salah satu dosen pendamping praktek, Sudarman S.Kep., Ns., M.Kep menyampaikan, praktek yang digelar berupa penyuluhan kesehatan terkait Periksa Payudara Sendiri (Sadari).
Kata dia, jadi Sadari ini merupakan cara memeriksa payudara sendiri untuk mengetahui apakah ada benjolan yang abnormal pada payudara.
“Sadari ini sama halnya dengan tindakan deteksi payudara sejak dini,” ujarnya saat ditemui di Gedung FKM UMI, Jumat (22/12/2017).
Sudarman mengatakan, penyluhan ini dianggap penting sebab semua perempuan harus rutin melakukan sadari untuk mengetahui apakah ada kelainan pada payudara atau tidak.
Jika menemukan kelainan pada payudara saat melakukan sadari, maka harus segera memeriksakan diri ke tempat pelayanan kesehatan untuk memastikan apakah benjolan tersebut tumor atau bahkan sudah kanker.
“Biasanya pasien tumor payudara sudah lama mengalami sakit tapi dia tidak menyadarinya karena tidak paham dengan teknik sadari,” paparnya.
Selain Sudarman, Dosen Ners FKM UMI yang ikut mendampingi kegiatan ini yakni Nur Wahyuni Munir,S.Kep., Ns., M.Kep. (*)
Comment