MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Manggala menggelar wisuda ke-V Taman Pendidikan Alquran (TPA) Al Amin Baburroyyan di Masjid Baburroyyan, Jalan Batua Raya VII, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (23/09/2018).
Di wisuda kali ini, sebanyak 19 santri TPA diwisuda. Hadir saat wisuda, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kota Makassar Drs M Renreng Tjolli MAg, Ketua PC LDII Manggala Eko Pambudianto, Pembina TPA Al Amin AKP Juhadi Basuwono SH, Imam Kelurahan Batua Abdul Rajab Sarro MW, dan beberapa tokoh setempat.
Beberapa mata pelajaran yang diajarkan antara lain ilmu tajwid, hafalan surat pendek, aqidah, akhlak, fiqhi, ibadah/praktik, sejarah Islam, khat (seni menulis Arab), qiroat, dan doa-doa harian.
Adapun pengajar di TPA Al Amin sebanyak 7 orang yang rata-rata merupakan mahasiswa.
“Sejak dini anak-anak supaya diajari agama, karena agama itu mudah,” ungkap Juhadi.
Abdul Rajab mengatakan, bila bangsa Indonesia ingin baik, maka sejak kecil anak-anak perlu dibina dengan agama,” papar Abdul dalam sambutannya.
Akhlak yang sudah tertanam sejak kecil menjadikan anak mempunyai akhlakul karimah, iman, dan ketakwaan yang kuat.
Terlebih lagi di zaman modern ini, orang tua yang tugas yabg berat untuk mendekatkan anak dengan agama. Hal ini sejalan dengan program Walikota “Jagai Anak Ta”.
Adapun Ketua DPD LDII Kota Makassar, Drs M Renreng Tjolli MAg menegaskan bahwa orang tua patut berbahagia bisa mengantarkan anak-anak pergi mengaji.
“Anak-anak belajar mengaji kita antarkan ke masjid,” tegas Renreng yang merupakan Sekretaris MUI Sulawesi Selatan ini.
Lanjutnya, pahala orang tua sangat tinggi ketika bisa mendidik anak-anaknya menjadi anak saleh salehah. Renreng juga berpesan para guru jangan bosan-bosan dalam mengajar anak didik.
Yati Sholichin selaku pengasuh TPA Al-Amin sangat berterima kasih kepada orang tua dan menerima anak didik baru yang akan belajar mengaji di TPA Al-Amin. Ia berharap kepada para wisudawan agar rutin belajar Alquran.
“Setelah wisuda, Alquran jangan disimpan saja. Tetapi, Alquran tetap dibaca berulang-ulang, sehingga materi yang telah diajarkan tidak terlupakan,” ungkapnya.
Selain itu, demi kenyamanan belajar para santri, pengurus masjid Baburroyyan menjalankan program pemerintah yaitu lorong sehat dan lorong tanpa asap rokok (lontar).(*)
Comment