MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Himpunan Mahasiswa Goran Tubir Tolu (HIPMA-GTT) dan Seram Bagian Timur di Makassar menggelar diskusi publik Mangente Ita Wotu Nusa “Tantangan dan Konsep Pembangunan Dimasa Depan”.
Diskusi yang dilaksanakan di Aula Fisika Aptisi Jalan Jalan Perintis Kemerdekaan ini dihadiri berbagai organisasi kepemudaan asal Maluku yang ada di Makassar, Minggu (14/10/2018).
Pejabat sementara HIPMA-GTT Makassar, Hairuddin Rumbaru mengatakan, dalam diskusi tersebut pihaknya membahas persoalan agraria, konsep pembangunan dan otonomi daerah di Seram Bagian Timur dengan menghadirkan tiga pembicara yakni F. Alimuddin Kolatlena, Ashari Sikdewa, S.Sos dan Hasaruddin, S.Ip.MH
Kata di, diskusi ini sebagai wadah pembaharu bagi mahasiswa untuk menjawab tantangan yang ada di Seram Bagian Timur.
“Kegiatan ini merupakan rangsangan awal bagi mahasiswa Goran Tubir Tolu dan Seram Bagian Timur yang ada di Makassar untuk melihat daerah ,” ujarnya.
Hal senada disampaikan ketua panitia, Amin R. Sikdewa. Kata dia, saat ini peran pemuda sangat penting dengan konsep yang sifatnya membangun untuk bersinergi bersama pemerintah daerah.
Kata Amin, sapaan akrab Amin R. Sikdewa, tujuan diskusi tersebut untuk menyampaikan kepada pemerintah agar pengelolaan sumber daya alam, baik laut dan darat diperuntukan demi kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakatnya.
Hal tersebut, jelas Amir, diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria serta pengalokasian dana desa haruslah sesuai dengan UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan beberapa UU lain.
“Disini kami ingin menegaskan, mahasiswa Seram Timur yang ada di Makassar siap mengawal dan mempresur setiap kebijakan pemerintahan Kabupaten Seram blBagian Timur,” paparnya. (*)
Comment