LUWU UTARA, BERITA-SULSEL.COM – Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan (LPMP) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Luwu Utara menggelar pemantapan program kerja tahun 2019 di aula Hotel Remaja Indah Masamba, Kamis (28/02/2019).
Kegiatan tersebut diikuti 134 peserta, terdiri dari Pejabat struktural, Fungsional Widyaiswara, Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP), Fungsional Umum, dan Tenaga Honorer LPMP Sulsel.
“Kegiatan ini diadakan untuk mengevaluasi capaian porgram tahun sebelumnya. Selain itu, memberikan kesepahaman informasi kepada peserta mengenai program kerja di tahun ini. Hal ini dilakukan agar tercipta koordinasi dan sinkronisasi internal lingkup LPMP Sulawesi Selatan,” Kata Suardi B, Kepala Bagian Umum LPMP Sulsel.
Sementara itu, Kepala LPMP Sulawesi Selatan Abd. Halim Muharram mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan tahunan. Tahun ini diselenggarakan di Kabupaten Luwu Utara.
“Menjamin mutu pendidikan merupakan hal yang sangat penting. Dibutuhkan orang – orang yang paham akan aturan dan memiliki prospek dalam memahami program yang dicanangkan pemerintah pusat. Saya pikir Luwu Utara cukup paham dengan program pusat,” ujarnya.
Halim Muharram menambahkan, LPMP Sulsel agak sedikit unik. Hal itu dikarenakan LPMP yang ada di Sulsel tersebut disebut juga sebagai pilar di wilayah timur Indonesia dan membawahi 11 Provinsi dalam menjamin mutu pendidikan.
“Maka dari itu pemantapan program kerja melibatkan segala unsur, bukan cuma PNS, tapi juga non PNS karena meningkatkan mutu pendidikan di daerah bukanlah hal yang mudah dan merupakan tanggung jawab bersama,” katanya
Halim juga meminta arahan, support serta inspirasi dari Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani agar LPMP bisa bersinergi dengan pemerintah daerah. Bahu membahu mengawal penjaminan mutu pendidikan walau dengan keterbatasan yang ada sehingga para pendidik tidak merasa terbebani dalam menjalankan tugasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani mengatakan, sebagian besar APBD Luwu Utara dialokasikan ke sektor pendidikan dan kesehatan. Itu menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan.
“Kalau bicara pendidikan, indikator yang terpenting itu adalah seberapa besar pemerintah dalam memprioritaskan mutu pendidikan demi meningkatkan kualitas SDM,” ujarnya.
“Dengan luas daerah 7.502 km2 dan kekayaan alam yang melimpah, hal itu tidak akan berarti apa-apa kalau SDM tidak bisa apa-apa,” ujarnya.
Pemda Luwu Utara, lanjut Indah, juga mengalokasikan APBD untuk menyelenggarakan Pelatihan Bimbingan Teknis kepada Pengawas dan Kepala Sekolah.
“Fokus kami melalui APBD memajukan mutu pendidikan terutama tenaga pendidik. Saya berharap dengan hadirnya LPMP di sini, Insha Allah kita semua akan menjadi sejarah pendidikan di Luwu Utara” tutupnya. (*)
Comment