Bupati Gowa Mengaku Sulit Naikkan Pendapatan Daerah Regional Bruto

GOWA, BERITA-SULSEL.COM – Dari 700 ribu lebih jiwa penduduk Gowa, 25 sampai 30 persen diantaranya hanya pulang ke Gowa untuk tidur. Sementara untuk mencari nafkah mereka beraktivitas di Kota Makassar.

Dengan kondisi seperti itu, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengaku hal ini mengakibatkan pihaknya mengalami sedikit kesulitan untuk menaikkan Pendapatan Daerah Regional Bruto (PDRB).

“Karena penduduk kita lebih banyak bekerja atau beraktivitas di Makassar untuk mencari nafkah. Mereka hanya kembali ke rumahnya yang ada di Gowa setelah pulang bekerja,” Bupati Adnan mengeluhkan minimnya perputaran uang di daerah Gowa disela membuka Forum Konsultasi Publik RKPD 2020 dan Forum Perangkat Daerah/Lintas Daerah di Baruga Karaeng Galesong.

“Ibaratnya,  mereka pulang hanya untuk tidur dan istrahat saja. Besok pagi mereka perli lagi ke Makassar untuk bekerja,” jelas.

Kata Adnan, ada sekitar 700 ribu lebih penduduk Gowa, namun 30 persen bekerja di Makassar bukan di Gowa.

Rata-rata penduduk Gowa yang menghuni sejumlah perumahan seperti Citraland, Royal Spring, perumahan yang bertebaran di Pallangga, Barombong, Pattalassang, Samata dan Bontomarannu, itu semua rata-rata warganya melakukan produktivitasnya di Makassar.

“Itulah salah satu kendala kita. Masyarakat di Gowa memilih bekerja di Makassar karena daerah tersebut merupakan kawasan perkotaan yang terdapat banyak aktifitas perekonomian di dalamnya.

“Makanya perhitungan PDRB tidak masuk di Gowa. Itulah kendala kita mengapa kita sulit menaikkan PDRB. Rata-rata warga bekerja di Makassar dam bahkan belanjanya pun di Makassar,” ungkap Adnan.

Adnan pun berharap data terkait hal tersebut bisa diperkuat untuk para pimpinan SKPD terus diupdate supaya bisa berstimulus sedikit demi sedikit.

“Karena itu, pemerintah kabupaten pun komitmen menetapkan tahun 2019 sebagai tahun infrastruktur agar pihak luar bisa berinvestasi di Gowa,” ujarnya.

“Inilah juga sebabnya mengapa kita dorong supermarket Giant buka di Gowa agar orang Gowa itu bisa belanja kebutuhan rumah tangganya tidak lagi di supermarket di Makassar. Jadi kita pelan-pelan mulai tarik satu demi satu supaya orang tidak lagi belanja ke Makassar sehingga uangnya berputar di Gowa,”  urai mantan anggota DPRD Sulsel ini. (an)


Comment