Ketua PPDI Bone Sebut Hotel Novena Belum Ramah Disabilitas

BONE, BERITA-SULSEL.COM – Hadiri pelatihan penguatan kapasitas bagi organisasi disabilitas selama 3 hari di Hotel Novena, mulai Jumat (21/6/19) hingga Ahad (23/6/19) besok, yang digelar  Yayasan Mitra Bangsa (YASMIB), The Asia Foundation (TAF) dan YAKKUM, Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Bone, Andi Takdir, menilai hotel tersebut belum ramah disabilitas.

Beberapa fasilitas sulit diakses oleh disabilitas diantaranya toilet yang sempit dan tidak bisa dimasuki pengguna kursi roda, serta ram atau jalan masuk ke lobi hotel yang terlalu terjal.

Tak hanya itu, lokasi parkir juga tidak menyediakan rambu bagi disabilitas dan petugas parkir juga kurang peka melayani tamu disabilitas. Jalur evakuasi pun terkesan mengabaikan disabilitas karena kondisi tangga yang kecil, sempit dan terlalu miring.

“Hotel ini belum ramah disabilitas, jauh dari kata ramah disabilitas” kata Takdir.

Mewakili pihak Hotel Novena, Salfiar, menyampaikan permohonan maaf dan mengakui kekurangan fasilitas pihak hotel, namun Salfiar berjanji akan segera menyampaikan hal tersebut kepada pimpinannya untuk melakukan perbaikan baik fasilitas maupun pelayanan hotel.

“Bisa ditulis apa yang jadi kekurangan nanti disampaikan saat briefing, jujur disini 80 persen karyawan baru jadi banyak yang belum paham soal pelayanan hotel,” ujarnya.

“Mungkin besok saya sampaikan apa yang bapak ibu keluhkan tadi, dengan saran bapak ibu kami berterima kasih karena mungkin selama ini kami sepelekan” tutur Salfiar.

Menurut Takdir, pelayanan disabilitas dalam sebuah hotel itu penting karena dalam hitungan detik siapapun bisa saja menjadi disabilitas, meski awalnya menyepelekan hal tersebut.

Selain itu, Kabupaten Bone bisa saja kelak menjadi tuan rumah even disabilitas, misalnya Pekan Paralimpic Provinsi (Peparprov), dan tentunya membutuhkan hotel atau penginapan yang ramah disabilitas. (eka)


Comment