5.812 Camaba Jalur Mandiri UNM Ikuti Tes Potensi Akademik

5.812 Camaba Jalur Mandiri UNM Ikuti Tes Potensi Akademik

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — 5.812 calon mahasiswa baru (camaba) Jalur Mandiri Universitas Negeri Makassar (UNM) mengikuti ujian tulis tes potensi akademik, Selasa (23/7/2019).

Rektor UNM, Prof Husain Syam mengatakan, pelaksanaan tes berlangsung lancar dan sukses.

“Pelakaanaan tes berlangsung berlangsung lancar, aman dan terkendali,” ungkap Prof Husain usai memantau pelaksanaan tes Jalur Mandiri.

Video Keterangan Pers Rektor UNM

Kata dia, kuota jalur mandiri ditetapkan maksimal 30 persen sesuai aturan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Namun, besaran jumlah mahasiswa baru yang akan diterima kerap melebihi kuota. Pasalnya, kuota jalur mandiri akan mengisi kekosongan kursi dari Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

“Biasanya kekosongan dari SNMPTN dan SBMPTN sebesar 10-15 persen,” kata Prof Husain.

Meski melebihi dari kuota yang ditetapkan Kemenristekdik, Prof Husain mengaku tak akan melanggar aturan.

Alasannya, mekanisme Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) membolehkan pengisian kekosongan pada jalur mandiri sesuai aturan dari Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (MRPTN).

Selain itu, Prof Husain juga menekankan, PMB jalur mandiri terbuka bagi siapa saja yang memenuhi syarat. Jalur ini bukan diperuntukkan kepada kerabat dosen.

“Siapa saja bisa. Kita tidak boleh menzalimi hak-hak orang,” tekannya.

Apalagi, seleksi dilaksanakan secara akuntabel. Bahkan, Prof Husain mengaku tak tahu menahu soal naskah-naskah soal yang diujikan.

Sementara itu, Ketua Panitia PMB jalur Mandiri UNM, Prof Muhammad Yahya mengatakan, jumlah kuota mahasiswa baru jalur mandiri belum bisa diketahui secara pasti.

“Kuotanya tergantung berapa kursi kosong yang harus diisi,” katanya.

Tahun ini, UNM akan menerima total 6.800 mahasiswa baru. Mahasiswa baru tersebut berasal dari SNMPTN, SBMPTN dan seleksi jalur mandiri. (*)


Comment